Viral Video Tentara China Masuk Indonesia Naik Pesawat Lion Air, Warganet: Dagelan Nih yang Posting

Jumat, 03 Februari 2023 17:34
(0 pemilihan)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, ranah media sosial Twitter dibuat gaduh dengan beredarnya video postingan oleh akun Pemburu Kebenaran (@Mencaricinta99)

Dalam video itu, pemilik akun menuliskan caption dengan teks: "Sudah terang2an pakai seragam militer? Gila ini beneran...... Tentara Cina sudah masuk Indonesia, tengah malam, untuk Apa.?!? Siap² saja Anak Cucu dijajah Aseng, atau siap jadi Mata² Cina / Pengkhianat bagi Negeri ini.!!!*Mentri Pertahannya bahkan tidak merasakan bahaya ??" 

Postingan tersebut langsung viral, dan menjadi perbincangan dimana warganet mengatakan video tersebut adalah hoaks atau misinformasi.

Lainnya meyebutkan, video itu adalah momen keberangkatan Satgas Brimob ke Papua yang terjadi pada 4 bulan lalu.

Beragam komentar kocak dan nyeleneh pun dilontarkan oleh warganet terkait video viral tentara China masuk Indonesia pakai pesawat Lion Air.

Berikut adalah rangkuman yang tim Liputan6.com kumpulkan, Jumat (3/2/2023), dari berbagai akun di Twitter.

"Ini adalah momen pemberangkatan Satgas Brimob ke Papua. Kejadian 4 bln yg lalu pasukan Brimob landing Aplos Pamrahwan Papua menggunakan pesawat carter Lion Air," cuit @tukang****

"Anj** emang cina gak punya kapal selam ya? Kok bisa menjajah pakai Lion air ? ?," kata @Afif58****

"Kek mana pulak tentara cina naik lion air ?," ucap @ezra****

"Ngejajah kok pake Lion Air wkwkwk," kata @Iqbal_****.

Sedangkan akun @Olio**** berkomentar, "Itu tentaranya naik lion air kah? Setauku naik pesawat militer khusus. Apa lion air sedang ada promo?"

"Kan katanya mau menjajah Indonesia.Kok make Pesawat Lion air .Benar benar lucu dagelannya Mak," posting @Nanda****

"Jinpink nangis darah liat tentara nya harus pake lion air????," komentar @Nazl****

"Hai para penelan hoax, semoga anda pintar sedikit, gimana caranya tentara cina mau invasi pakai lion air ? ? udh gitu naik truk brimob ? luar biasa dungu memang," kata @Yonat****

Beredar di Facebook Juga

Selain di Twitter, video ini juga sempat beredar di Facebook pada 2 Februari 2023.

Tim Cek Fakta Liputan6.com pun melakukan penelusuran terhadap video yang viral tersebut. Berikut ini penjelasannya.

Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google dan Yandex.

Namun tidak ditemukan gambar identik dari video tersebut. Jika diperhatikan lebih detail, video tersebut menampilkan pasukan berseragam hijau kecoklatan mirip seragam Brimob Polri.

Contoh seragam tersebut bisa dilihat pada foto di artikel berjudul "Brimob Kirim Enam Polwan ke Papua, Berharap Pulang Lengkap" dari situs cnnindonesia.com.

Liputan6.com juga menemukan video identik yang diunggah akun Twitter @bangbiembiem yang diunggah pada 2 Februari 2 Februari 2023. Pada video tersebut terlihat ada sejumlah personel Brimob turun dari truk Polisi sambil memindahkan barang-barang.

Pada video juga terlihat suasana di dalam bandara, lengkap dengan pesawat Lion Air di belakang personel Brimob.

Penelusuran juga dilakukan dengan menghubungi Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. Namun, hingga berita ini dimuat, pihak Lion Air belum memberikan keterangan.

Kesimpulan

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Baca 219 kali
Bagikan: