Utang & Kebangkrutan Negara Pilihan

Kamis, 21 Juli 2022 09:51
(5 pemilihan)

Apa perbedaannya antara Indonesia 1998 dengan Srilanka? Mirip. Presiden Indonesia dan Presiden Srilanka turun dari jabatannya. Kedua negara itu krisis keuangan. Bedanya, Pak Harto bisa tetap di tanah air, sedangkan mantan Presiden Srilanka terusir dari negerinya, dan banyak negara yang tidak mau menerimanya. Indonesia masih bisa utang ke IMF, sedangkan Srilanka tidak ada negara dan lembaga dunia yang mau memberi utang kepadanya.

Lalu, apa perbedaannya antara Indonesia dan Srilanka sekarang ini? Kedua negara itu punya utang. Utang Srilanka US$51 miliar, sedangkan utang Indonesia US$406,3 miliar.  Utang Indonesia 8 kali lebih besar dari pada utang Srilanka. Bedanya Srilanka tidak bisa mencicil utangnya, Indonesia masih bisa mencicil utangnya.

Srilanka bangkrut. Begitu tidak bisa bayar utang, tidak ada yang mau memberi utang kepada Sri Lanka. Tidak ada yang mau kirim BBM ke Sri Lanka. Tidak ada yang mau kirim bahan makanan ke Sri Lanka. Terakhir terdengar kabar, Srilanka ingin utang lagi ke China. Semoga China mau mengutanginya. Demi kemanusiaan.

Utang Indonesia

Apakah Indonesia akan bangkrut? Masih ingat, pemerintah Indonesia dikritik melakukan utang secara ugal-ugalan? Ingat kritik bahwa Indonesia akan bangkrut karena utang? Peneliti senior Indef (Institute for Development of Economics and Finance), Didik J Rachbini, pada tanggal 1 Agustus 2021, setahun lalu, menyatakan bahwa pandemi bikin utang Indonesia makin bengkak.

Pada saat banyak negara terancam bangkrut, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) menghadiri pertemuan G7 di Jerman, Juni 2022. Apa itu G7? G7 adalah tujuh negara yang mempunyai PDB (produk domestic bruto) terbanyak di dunia. Kenapa Presiden Jokowi diundang menghadiri pertemuan G7 itu? Jokowi diundang, karena Indonesia tahun ini menjadi pemimpin G20. G20 adalah 19 negara dengan PDB terbanyak di dunia, dan Uni Eropa. IMF menyiarkan, PDB Amerika Serikat (AS) adalah yang terbesar, US$ 25.346,8 miliar, sedangkan Indonesia pada urutan ke 15 dengan PDG sebesar US$1.289,29 miliar.

Boleh dikatakan, G20 adalah kumpulan negara-negara terkaya di dunia. Para pemimpin G20 akan bersilaturahim di Bali pada bulan November 2022. Untuk sementara ini, Indonesia masih aman, tapi harus tetap hati-hati. Sejarah Orde Baru perlu jadi pelajaran. Pada tahun 1996, bahkan awal 1997, banyak orang merasa aman dengan ekonomi Indonesia, tetapi badai ekonomi yang ditandai dengan merosotnya nilai rupiah, membuat ekonomi Indonesia tumbang. Pak Harto pun tumbang.

Raja utang

Ternyata anggota G20 bukan hanya hebat PDBnya, tetapi juga banyak utangnya, sehingga G20 boleh dikatakan kumpulan raja-raja utang di dunia. Misalnya utang AS yang mencapai Rp432.000 triliun (Kompas, 5 Februari 2022). Meningkatnya utang AS salah satunya untuk penanganan Covid-19. Padahal perlu dicatat, penanganan Covid-19 di AS itu terburuk di dunia, dilihat dari jumlah kematian maupun jumlah kasus aktifnya.

Sedangkan pada berita lainnya, dinyataka bahwa Jepang adalah negara dengan jumlah utang terbanyak di dunia tahun ini. Utang nasional Jepang mencapai US$ 9.087 triliun atau setara Rp 132.300.000 triliun (kurs Rp 14.700). Ingat, utang Indonesia US$411,5 miliar atau sekira Rp7.002 triliun. Berapa kali lipat utang Jepang dibandingkan dengan utang Indonesia?

Walaupun utang Jepang sangat besar, belum terdengar kritik ekonom kepada Jepang, bahwa Jepang akan bangkrut. Bahkan Indonesia pun pinjam ke Jepang sebesar US$25,8 miliar. Tempo.co menyiarkan, menurut Bank Indonesia posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Mei 2022 sebesar US$406,3 miliar, turun dibandingkan dengan ULN bulan sebelumnya, sebesar US$410,1 miliar. Bagi yang ingin menyimak ULN secara rinci, silakan klik https://www.bi.go.id/en/statistik/ekonomi-keuangan/sulni/Documents/SULNI-Juli-2022.pdf.
Bank Indonesia menyatakan utang Indonesia pada bulan Mei 2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 32,3 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 32,6 persen. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,7 persen dari total ULN.

Untuk sementara waktu, kita pegang pernyataan Bank Indonesia, namun tetap kita simak semua pendapat yang mengkritik keadaan ekonomi Indonesia. Kita harus tetap hati-hati, khususnya ancaman inflasi, yang membuat orang-orang Amerika Serikat antre mencari makanan gratis karena sudah tidak mampu membeli makanan yang harganya naik.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***

 

 

Baca 366 kali Terakhir diubah pada Jumat, 22 Juli 2022 06:28
Bagikan: