Rumah Cerdas Nusantara Pilihan

Minggu, 11 Februari 2024 19:36
(2 pemilihan)

Musim hujan membuat sebagian warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut merasa lega. Kebutuhan air warga Pasirlangu tergantung oleh air hujan. Hampir di setiap rumah terlihat ember, timba, bahkan bekas tong aspal untuk menampung air hujan, untuk kebutuhan air sehari-hari.

“Jika hujan tidak turun, sedangkan air hujan yang kami kumpulkan sudah habis, kami bisa mengandalkan air sumur,” kata seorang ibu di Pasirlangu, sembil menunjukkan sumur yang dimaksud (lihat foto 1-3). Hanya ada satu sumur, untuk beberapa rumah.

Kalau musim kemarau, kata ibu itu, sumur itu kering. Jadi kami harus mendatangkan air ke kampung kami. Dijelaskan, beberapa kali warga Pasirlangu membuat sumur, tetapi selalu gagal.

Saya sempat bertanya, bagaimana pasangan pengantin baru untuk mandi pada musim kemarau. Ibu itu dan teman-temannya hanya tersipu-sipu. Mungkin tayamun, menyucikan diri dengan pasir/debu untuk sholat.

Kesulitan air el Nino

Bukan hanya Desa Pasirlangu yang kesulitan air, tetapi juga warga Kampung Kadudampit, Desa Jatiwangi, Garut juga. Namun, warga Kadudampit sudah mendapat kiriman air, dengan menggunakan pipa air sejauh 13 km.

Air diambil dari Sungai Halimun, Tanjakan Penganten, Garut, sekitar 10 tahun yang lalu. Penampungan air dan saluran pipa dilakukan secara gotong royong, dan sekarang warga yang mendapat fasilitas air itu perlu iuran Rp15.000/bulan.

Berbeda dengan warga Kadudampit, sampai sekarang warga Pasirlangu masih belum mempunyai sumber air yang tetap. Masih sangat tergantung kepada air hujan, dan pada musim kemarau terpaksa mendatangkan air dari luar desa.

Mengapa warga Kadudampit tidak mencari air tanah, dengan membuat sumur atau pompa air? Mereka telah mencobanya, tetapi tidak berhasil.

Pada saat kesulitan air, pada bulan November-Desember 2023, waktu hantaman el Nino sedang memuncak, Rumah Cerdas yang dibentuk Alumni ITB Sobat Ganjar (AIS-GP) mengulurkan tangan untuk membantu. AIS-GP mengambil air selokan di belakang Kantor Kecamatan Pakenjeng, Garut.

Air itu disedot dan disaring oleh sebuah truk penyaring air, setelah air tersaring dengan baik, air itu dikirimkan ke Desa Pasirlangu yang berjarak 10 km dari Kantor Kecamatan Pakenjeng. (lihat foto 4-6).

Perlu dukungan

Kebutuhan air adalah salah satu kebutuhan pokok umat manusia. Tanpa air yang cukup, hidup akan kurang nyaman, dalam arti kurang sehat, dan kurang bersih/suci dalam melakukan ibadah, khususnya yang beragama Islam.

Untuk itu penanggulangan kebutuhan air di Pasirlangu, Kadudampit dan daerah lain perlu dukungan penuh. Penanggulangan yang dilakukan AIS-GP pada bulan November 2023 adalah penanggulangan darurat, yang tetap diperlukan, jika sumber air dari dalam tanah belum didapatkan.

Untuk itu diperlukan, para ahli geologi yang bergerak dalam pengelolaan sumber air tanah, untuk menemukan sumber air tanah yang dapat dibor dan ditarik ke atas, untuk keperluan hidup sehari-hari warga masyarakat.

Melihat tantangan ini, Rumah Cerdas yang pernah dibentuk AIS-GP akan dilestarikan setelah Pemilu dan Pilpres dalam bentuk lembaga sosial yang luwes, dan menjadi sebuah gerakan untuk membantu kebutuhan masyarakat secara umum agar hidup lebih sejahtera.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***

   Foto 1: Beberapa penampung air hujan, diletakkan di bawah genting rumah untuk menampung air hujan, di perumahan Desa Pasirlangu, Kecamatan Pakenjeng, Garut. (MRE)*       Foto 2: Sebuah sumur untuk melayani beberapa rumah di Desa Pasirlayung, Kecamatan Pakenjeng, Garut. (MRE)*       Foto 3: Air selokan di belakang Kantor Kecamatan Pakenjeng, Garut, yang disaring dan kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. (MRE)*       Foto 4: Truk penyaring dan penjernih air, Rumah Cerdas AIS-GP.       Foto 5: Air yang sudah jernih dan bersih dipindahkan ke mobil lain untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.       Foto 6: Pembagian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, antara lain warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Pakenjeng, Garut.

Foto 1: Beberapa penampung air hujan, diletakkan di bawah genting rumah untuk menampung air hujan, di perumahan Desa Pasirlangu, Kecamatan Pakenjeng, Garut. (MRE)*

 

Foto 2: Sebuah sumur untuk melayani beberapa rumah di Desa Pasirlayung, Kecamatan Pakenjeng, Garut. (MRE)*

 

https://inharmonia.co/images/foto2.jpg

Foto 3: Air selokan di belakang Kantor Kecamatan Pakenjeng, Garut, yang disaring dan kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. (MRE)*

 

Foto 4: Truk penyaring dan penjernih air, Rumah Cerdas AIS-GP.

 

Foto 5: Air yang sudah jernih dan bersih dipindahkan ke mobil lain untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Foto 6: Pembagian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, antara lain warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Pakenjeng, Garut.

 

Baca 66 kali Terakhir diubah pada Minggu, 11 Februari 2024 20:20
Bagikan: