Penanganan Covid-19 Indonesia, Luar Biasa Pilihan

Sentra Vaksinasi Covid-19 di BBPK Hang Jebat, Jakarta Sentra Vaksinasi Covid-19 di BBPK Hang Jebat, Jakarta
Rabu, 08 September 2021 22:02
(8 pemilihan)

Beberapa hari yang lalu, banyak media di Indonesia menyiarkan keheranan politisi Malaysia, mengapa Covid-19 Indonesia lebih capat turun, dibanding negaranya.

Memang prestasi Indonesia satu setengah bulan ini luar biasa. Lihatlah grafik kasus aktif yang dibuat beritasatu.com. Pada tanggal 24 Juli 2021, kasus aktif Indonesia mencapai angka tertinggi, yaitu 574.135 orang. Keadaan Covid-19 Indonesia buruk sekali, menempati peringkat ke empat terburuk di dunia, dilihat dari jumlah kasus aktifnya.

 

 

Untuk melihat membaik dan memburuknya penanganan Covid-19 di suatu negara atau di dunia, lihatlah data kasus aktif Covid-19. Angka kasus aktif didapatkan dari jumlah kasus baru yang terjadi dikurangi dengan jumlah pasien yang sembuh dan yang meninggal. 

Setelah tanggal 24 Juli 2021, keadaan Covid-19 Indonesia terus membaik. Kasus aktif Indonesia terus menurun, dan pada tanggal 7 September 2021, kasus aktif Indonesia berada pada peringkat ke 20 di dunia, dengan jumlah 138.630 kasus aktif. Jadi dari rentang waktu antara tanggal 24 Juli sampai dengan 7 September 2021, kasus aktif di Indonesia turun 435.505 orang.

Keadaan dunia memburuk

Perlu dicatat keadaan Indonesia sedang membaik, pada saat keadaan Covid-19 di dunia sedang memburuk. Pada tanggal 24 Juli 2021, worldometer.ini mencatat kasus aktif di dunia 13,75 juta dan pada tanggal 7 September 2021 menjadi 18,88 juta, atau kasus aktifnya naik 5,13 juta.

Keadaan Covid-19 dunia memburuk, karena ada 136 negara/wilayah yang memburuk keadaan Covid-19-nya. Negara yang paling buruk adalah Amerika Serikat (AS). Vietnam, Filipina dan Malaysia juga berada dalam keadaan yang buruk kasus aktifnya. AS dan 135 negara lainnya menambah kasus aktif sebanyak 6,95 juta.

Namun harus dicatat, ada 74 negara yang keadaannya membaik, yang berhasil mengurangi jumlah kasus aktif sebanyak 1,82 juta.  Lihat tabel “Perkembangan Kasus Aktif Covid-19 di Dunia”. Indonesia menjadi negara yang menyumbang pengurangan kasus aktif terbanyak di dunia antara 24 Juli – 7 September 2021, yaitu sebanyak 435.505 orang.

 

 

Kehati-hatian di dalam negeri

Walaupun catatan worldometer.info tentang Covid-19 di Indonesia sangat menyenangkan, namun pemerintah masih sangat hati-hati. PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) masih lambat. Bali masih pada PPKM Level 4. Yogyakarta sudah membaik, menjadi PPKM Level 3. Kota Semarang membaik juga menjadi PPKM Level 2.

Sedangkan Kota Bandung dan sekitarnya tetap pada posisi PPKM Level 3. Namun tampaknya Pemda Jawa Barat mencium terjadi eforia masyarakat Bandung dan sekitarnya, sehingga lapangan Gasibu dan Saparua yang semula dibuka, sekarang ditutup lagi. Pemda Jawa Barat sedang berdiskusi dengan Pemda Kota Bandung tentang kelanjutan pemakaian lapangan Gasibu dan Saparua. Intinya, jangan sampai ada lonjakan baru.

Yang menarik adalah ramainya restoran di Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Ada restoran di Kota Bandung yang sudah menampung 3000 pembeli setiap harinya. Memang, restoran-restoran itu sangat taat melaksanakan protokol kesehatan, karena kalau melanggar bisa ditutup Pemda.

Namun eforia masyarakat di Jawa Barat lumayan mendebarkan. Perlu dicatat, ujung tombak dari perbaikan keadaan Covid-19 adalah masyarakat sendiri. Jika masyarakat lalai pada protokol kesehatan, maka prestasi Indonesia dalam penanganan Covid-19 sudah sudah bagus, akan merosot lagi. (MRE)***

Baca 614 kali Terakhir diubah pada Rabu, 08 September 2021 22:26
Bagikan: