Pemerintah Mau Utang ke Rakyat lagi Pilihan

Sabtu, 02 September 2023 09:16
(5 pemilihan)

Beredar di media sosial, tik tok, dengan potret Presiden Joko Widodo, dengan catatan “Kalaauu bohoong di giigiiit kambiing ompooong” dan dengan informasi “Jelang Akhir Agustus 2023 BBM Naik! Berikut Update Harga Baru Pertamax-Pertalite Per 23 Agustus 2023 di SPBU”.

Inti pesan tidak lebih dari dua menit dalam tik tok itu adalah menuduh Presiden Jokowi berbohong. Jokowi bilang subsidi BBM mencapai Rp 502 triliun, lalu ada potongan pendapat seorang ekonom yang menyatakan bahwa subsidi BBM Cuma Rp 206,96 triliun dalam UU APBN.

Pesan tik tok itu adalah informasi yang lama, Agustus 2022, yang disebarkan lagi dengan framing Jokowi bohong. Melihat perbedaan angka subsidi itu, masyarakat mencoba mencari informasi lain, sebelum menentukan sikap. Tanggal 5 September 2022, Kementerian Keuangan  menyiarkan berita “Anggaran Subsidi dan Kompensasi Rp502,4 triliun, Wamenkeu: Bisa Bangun 3.000 Rumah Sakit”. Kemudian databoks pada tanggal 13 September 2022, menyiarkan berita “Ini Rincian Anggaran Subsidi Energi Rp502 Triliun”.

Mungkin kesabaran masyarakat untuk mencari informasi lain, untuk melakukan tabayyun inilah yang membuat  hasil survey LSI di bawah kepemimpinan Denny JA menyatakan tingkat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 90%, padahal Jokowi sering dituduh pembohong. Bagi mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, tabayyun adalah perintah Kitab Suci Alquran.

Pemerintah mau utang lagi

Cara lain untuk memeriksa tingkat kepercayaan terhadap Pemerintah Indonesia saat ini adalah masalah utang. Kompas.com memberitakan bahwa pemerintah akan melakukan lelang surat utang hari Selasa, 5 September 2023 untuk mendapatkan dana dalam rangka menambal anggaran di APBN 2023. Kali ini, lelang yang akan dilakukan yakni Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan target indikatif sebesar Rp 14 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menerbitkan surat utang melalui sukuk retail SR019 dengan target Rp20 triliun. Bagi yang mau mengutangi pemerintah, diberi kesempatan antara tanggal 1 sd 20 September 2023. Anggota masyarakat boleh meminjami paling sedikit Rp1 juta dan paling banyak Rp 5 miliar untuk tenor 3 tahun, dan paling banyak Rp 10 miliar untuk tenor 5 tahun.

Kalau masyarakat percaya kepada pemerintah, mereka akan berbondong-bondong meminjami pemerintah, kalau tidak percaya, ya rakyat tidak akan mengutangi pemerintah, walaupun imbal hasil dari SR019 lebih besar dari bunga deposito. Perlu dicatat, pada pkl 09.00, Sabtu, 2 September 2023, anggota masyarakat kita sudah mengutangi pemerintah melalui SR019 lebih dari Rp2,22 triliun.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***

  

Baca 148 kali
Bagikan: