Para Penolak Tiga Periode Presiden Pilihan

Jokpro 2024 menggelar aksi menyatakan sikapmendukung Jokowi 3 periode dan menolak usul pendundaan Pemilu 2024, Sabtu 12 Maret 2022. Jokpro 2024 menggelar aksi menyatakan sikapmendukung Jokowi 3 periode dan menolak usul pendundaan Pemilu 2024, Sabtu 12 Maret 2022.
Minggu, 01 Januari 2023 09:24
(6 pemilihan)

Pendukung tiga periode untuk jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) adalah sebagian pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tidak semuanya. Pendukung tiga periode ini adalah kelompok yang tidak yakin bahwa para calon presiden yang ada sekarang ini sekualitas Jokowi.

Mereka juga khawatir, presiden baru terpilih pada pilpres 2024 mau dan mampu meneruskan pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi. Pendukung tiga periode hanya berhasil kalau mampu mempengaruhi anggota DPR dan DPD untuk mengamandemen lagi UUD yang berlaku sekarang ini, atau kembali kepada UUD 45 yang asli.

Dengan UUD 45 yang asli, peluang Jokowi untuk menjadi presiden lagi terbuka lebar. Ingat Pak Harto? Dia bisa menjadi presiden RI berkali-kali. Bahkan Bung Karno, dengan UUD 45 yang asli bisa menyatakan diri sebagai presiden seumur hidup.

Selain kelompok ini adalah masyarakat yang menolak tiga periode presiden. Yang paling keras bersuara adalah kelompok pendukung amandemen UUD 45. Mereka khawatir gerakan pendukung tiga periode ini akan mengembalikan UUD 45 yang asli menjadi konstitusi Indonesia. Kelompok ini menilai UUD 45 kurang sempurna karena kurang menjaga hak-hak asasi warga negara, dan bisa mendorong siapa pun yang menjadi presiden RI akan menjadi diktator.

Kelompok lain yang tidak kalah keras suaranya adalah kelompok orang-orang yang ingin menjadi presiden pada pilpres 2024 nanti, yang didukung para makmumnya. Kalau jabatan presiden boleh tiga periode, dan Jokowi maju lagi menjadi capres, maka ikhtiar untuk menang pada pilpres 2024 harus labih hebat lagi, dan belum tentu berhasil.

Ada yang ingin menjadi calon presiden dan pernah menyatakan mendukung gagasan kembali ke UUD 45 yang asli, sekarang ini dia tidak pernah mengucapkan dukungannya untuk kembali ke UUD 45 yang asli.

Kelompok oposisi

Mungkin kelompok yang juga keras menolak tiga periode adalah barisan sakit hati kepada Jokowi. Mereka pernah mendukung Jokowi waktu pilpres, bahkan di antaranya pernah menjadi menterinya, namun diberhentikan. Mereka menganggap Jokowi gagal, tukang bohong, ugal-ugalan dll.

Bahkan ada orang dalam kelompok ini yang berkampanye agar gerakan untuk kembali ke UUD 45 yang asli dihentikan dulu, agar peluang Jokowi untuk menjadi capres pada pilpres 2024 tertutup rapat. Tentu saja, ada kelompok lain yang tidak setuju tiga periode yaitu kelompok oposisi. Mereka mempunyai aliran politik dan program pembangunan yang berbeda dengan kelompok yang berkuasa sekarang.

Waktu pilpres 2014 dan 2019, dalam kampanye mereka menyerang Jokowi dengan isyu SARA. Mereka berkampanye bahwa Jokowi bukan orang Jawa tetapi keturunan Cina. Mereka menyebarkan potret hoax bahwa Jokowi sedang mendengarkan pidato DN Aidit, dan menyatakan Jokowi PKI. Ada juga yang menyatakan Haji Jokowi itu bukan orang Islam. Sekarang ditambah lagi dengan ijazah Jokowi palsu.

Jadi, para penolak tiga periode presiden tidaklah satu kubu. Dengarkan dulu alasan dan gagasan mereka, mengapa mereka menolak tiga periode presiden, agar kita tahu mereka di kelompok mana. Namun harus diakui, gabungan kelompok penolak tiga periode ini kuat sekali, sehingga peluang untuk mengamandemen UUD yang membolehkan presiden menjabat sampai tiga periode kecil sekali peluangnya.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).*

Baca 308 kali
Bagikan: