Indonesia Runner Up, Menjelang Juara Covid-19 Pilihan

Selasa, 06 Juli 2021 20:26
(7 pemilihan)

Kasus baru Covid-19 Indonesia menjadi runner up di dunia. Juara masih India, tapi ada kemungkinan India bisa disalip, dan Indonesia jadi Juara Dunia penambahan kasus baru Covid-19. Mata orang seluruh dunia tidak memelototi India saja, tetapi juga akan menoleh ke Indonesia. Apa yang terjadi dengan Indonesia?

Senin, 5 Juli 2021, di Indonesia ada 29.745 kasus baru, sebagai juara adalah India dengan 34.067 kasus baru. Hari ini, Selasa, 6 Juli 2021, ada 31.189 kasus baru. India, Inggris, Brasil, Colombia belum melaporkan kasus barunya. Rabu pagi besok, kita baru tahu, apakah Indonesia juara Covid-19 di dunia, atau tetap jadi runner up.

Perlu dicatat, walaupun kasus baru India juara, tetapi jumlah pasien yang baru sembuh di India lebih banyak dari pada kasus baru, sehingga kasus aktif India, sedikit demi sedikit menurun. Pada tanggal 8 Mei 2021, kasus aktif di India mencapai 3.737.520, dan pada tanggal 5 Juli 2021 turun menjadi 470.798 kasus baru. Sebaliknya Indonesia, ada 99.003 kasus baru pada tanggal 8 Mei 2021, naik menjadi 309.999 kasus baru tanggal 5 Juli 2021. Untuk kasus aktif, India berada di peringkat 3 dunia, Indonesia di peringkat 6.

Antara Indonesia dan Inggris

Pada tulisan sebelumnya (https://inharmonia.co/index.php/opini/opini/jangan-tiru-india-dan-inggris), tulisan saya berjudul “Jangan Tiru India dan Inggris”. Indonesia perlu belajar dari India yang mampu menyembuhkan lebih dari 3 juta pasien Covid-19 dalam waktu 2 bulan, tetapi jangan meniru angkanya. Kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di India lebih dari 30 juta orang. Menakutkan.

 

Lalu, apa yang tidak perlu ditiru dari Inggris? Tidak mudah untuk menelusuri masalah yang terjadi di belakang angka-angka yang disajikan worldometer.info, khususnya dalam kasus baru dan pasien yang sembuh baru? Angka kasus baru antara Ingris dan Indonesia pada hari-hari terakhir tidak terlalu banyak berbeda.

Yang terlihat sangat berbeda adalah jumlah pasien yang baru sembuh tiap harinya. Jumlah pasien yang baru sembuh di Inggris hanya sekitar 25% s/d 30% dari Indonesia. Apa penyebabnya? Mungkinkah tingkat keahlian tenaga kesehatan Inggris lebih rendah dari Indonesia? Mungkinkah jumlah tenaga dan peralatan kesehatan Inggris kalah banyak dari Indonesia? Sehingga jumlah yang sembuh baru di Inggris pada tanggal 5 Juli 2021 adalah 3.165 orang, sedangkan di Indonesia 14.416 orang.

Jika alasannya karena tenaga dan peralatan kesehatan di Inggris kalah dalam kualitas dan kuantitasnya dari Indonesia, maka itu bukanlah masalah yang terlalu merisaukan bagi siapa pun, karena bisa ditangani dengan lebih mudah. Inggris tinggal minta bantuan ke negara-negara tetangganya di Eropa.

Namun, jika tenaga dan peralatan kesehatan di Inggris sesungguhnya tidak kalah dari Indonesia, tetapi pasien di Inggris lebih sulit disembuhkan karena ada jenis virus baru, maka hal itu lebih menakutkan. Virus itu bisa menyebar ke Eropa dan bahkan ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Apakah ini bisa menjadi gelombang serangan baru? Mari kita pantau penelitian para ahli di seluruh dunia.  Tidak usah paranoid, tapi kita harus lebih waspada, terutama Indonesia, yang mulai disorot dunia. (Muhammad Ridlo Eisy)***

 

Baca 198 kali
Bagikan: