Hati-hati, Presiden Jokowi Bisa Ditembak Mati Pilihan

Anggota Paspampres saat bertugas mengawal Jokowi. Anggota Paspampres saat bertugas mengawal Jokowi. Foto: Instagram
Minggu, 11 Juli 2021 11:35
(5 pemilihan)

Haiti memberi pelajaran bagi semua negara. Presiden Haiti ditembak mati (Rabu, 7 Juli 2021, pukul 01.00 waktu setempat). Ada kemungkinan presiden di negara mana pun bisa ditembak mati oleh orang-orang yang membencinya.

Apakah mungkin Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditembak mati oleh orang-orang yang membencinya. Mungkin saja. Presiden Soekarno pernah ditembak, waktu sholat Idul Adha tahun 1962.

Tembakan meleset dan mengenai Ketua DPRGR, Zainul Arifin. Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, ditembak mati tahun 1963. Bahkan sejarah mencatat bahwa Kholifah Umar bin Khattab, Klatifah Utsman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thallib dibunuh.

Tiga pemimpin Islam, sahabat Kanjeng Nabi Muhammad saw, dibunuh. Jadi wajar, kalau Presiden Jokowi hati-hati.

Upaya menurunkan Jokowi

Semua orang sangat mudah mengamati, sudah banyak ikhtiar untuk menurunkan Jokowi dari kursi kepresidenan, dari mulai ejekan, makian, nasehat untuk mengundurkan diri, demo untuk menuntut Jokowi mundur, gugatan ke pengadilan agar Jokowi mundur.

Ada dua tindakan yang belum dilakukan untuk memaksa Jokowi mundur sebagai Presiden, yaitu melalui gerakan politik di DPR dan pembunuhan. Untuk menuntut mundur melalui politik mustahil berhasil, karena mayoritas mutlak koalisi politik di DPR mendukung Jokowi.

Jadi tinggal ikhtiar pembunuhan yang masih mungkin dilakukan. Tentu saja, pembunuh yang mengincar Presiden Jokowi bukan sekelas orang yang menusuk Jenderal (purn) Wiranto waktu menjabat sebagai Menko Polhukam.

Calon pembunuh presiden pasti orang hebat dari segala segi, yang memahami kekuatan Paspampres dan faham terhadap kelihaian Densus 88. Orang yang berbahaya itu pasti akan lebih hebat dari orang yang mau membunuh Presiden Perancis Charles de Gaulle yang digambarkan oleh

Frederick Forsyth dalam novelnya “The Day of the Jackal” yang sudah difilemkan pada tahun 1973 (The Day of the Jackal) dan tahun 1997 (The Jackal). 

The Jackal memang fiksi, tapi upaya pembunuhan terhadap Bung Karno adalah fakta. Daripada meniru Haiti, sebaiknya kalau tetap tidak senang dengan Presiden Jokowi dan tetap mau menurunkannya, lakukanlah dengan cara-cara konstitusional yang demokratis.

Sayangnya, sekarang ini masih ada pendapat bahwa demokrasi itu sistem kufur. Untuk itu, kehati-hatian perlu ditingkatkan. Andaikata nanti Presiden Jokowi ditembak mati. Pasti banyak sekali rakyat Indonesia yang bersedih hati. Namun, ada juga yang berduka, sambil berkomentar,

“Andaikata Pak Jokowi mengikuti saran saya untuk mundur dari jabatan presidennya, mungkin sekali Pak Jokowi tidak akan ditembak mati.” (MRE).

Untuk melengkapi tulisan ini silakan baca:
1. Ikhtiar Menggulingkan Presiden Jokowi, silakan klik https://inharmonia.co/index.php/opini/opini/ikhtiar-menggulingkan-presiden-jokowi
2. Perang Informasi dan Disinformasi, silakan klik https://inharmonia.co/index.php/opini/opini/perang-informasi-dan-disinformasi

Baca 214 kali Terakhir diubah pada Minggu, 11 Juli 2021 11:41
Bagikan: