Gerakan Ibadah Haji Indonesia Pilihan

Minggu, 14 Januari 2024 11:16
(6 pemilihan)

Selamat kepada kaum muslimin Indonesia yang akan beribadah haji tahun 1445 H/2024 M. Sebanyak 241.000 orang Indonesia akan berangkat ibadah haji tahun ini, karena Indonesia mendapat tambahan kuota haji 20.000 orang. Dari 241.000 orang itu, sebanyak 221.720 orang adalah jemaah haji regular, dan 19.280 orang adalah jemaah haji khusus atau ONH (ongkos naik haji) plus.

Gerakan pertama untuk beribadah haji saat ini adalah melunasi ongkos naik haji. Semula, Kementerian Agama mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445H/2024M rata-rata Rp105 juta per jemaah. Usulan itu tidak disetujui DPR, dan akhirnya disepakati BPIH 2024 adalah Rp93,4 juta per jemaah. DPR berpesan, penurunan BPIH itu tidak membuat fasilitas terhadap jemaah haji dikurangi. DPR mengingatkan soal jemaah lansia di periode sebelumnya masih mendapat kendala.

Lalu berapa banyak uang yang harus dikeluarkan calon jemaah haji untuk melunasi BPIH sebesar Rp93,4 juta itu? Dengan uang muka Rp25 juta, seharusnya tiap jemaah harus membayar Rp68,4 juta rata-rata. Namun karena tiap jamaah mendapat subsidi Rp37,36 juta, maka rata-rata jemaah haji 2024 harus membayar Rp31,04 juta untuk melunasi ONH. Dengan demikian ONH 2024 adalah sebesar Rp56,04 juta.

Dari mana uang subsidi untuk tiap jemaah sebesar Rp37,36 juta itu? Uang itu berasal dari nilai manfaat dari kumpulan uang muka jemaah haji yang dikelola oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Nilai manfaat dari BPKH untuk tahun 2024 sebesar Rp8,2 triliun. Inilah proporsi yang disepakati, 60% ONH ditanggung jemaah haji, dan 40% dari nilai manfaat BPKH. Perlu dicatat jumlah asset yang dikelola BPKH pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp225,23 triliun.

Gerakan melunasi

Menurut Menteri Agama, pelunasan BIPIH jemaah haji reguler akan dibagi dalam dua tahap. Pelunasan tahap pertama, 9 Januari – 7 Februari 2024, dan tahap kedua 20 Februari – Maret 2024. Rombongan jemaah haji yang pertama akan diberangkatkan pada tanggal 12 Mei 2024. Dengan batasan waktu ini, maka diperkirakan uang pelunasan sebesar Rp6,88 triliun segera masuk.

Bagi calon jemaah yang sudah mempunyai uang, akan segera melunasi ONH pada tahap pertama. Bagi yang belum punya uang, bisa melunasinya pada tahap kedua. Mungkin dengan dibantu saudara atau teman. Andaikata sampai tidak bisa melunasi, maka calon jemaah haji itu bisa menundanya tahun depan. Untuk penundaan haji ini perlu dikonsultasikan dengan petugas haji di masing-masing kota.

Pada dasarnya gerakan melunasi ONH ini sudah dipersiapkan oleh para calon jemaah haji. Sekarang ini jumlah antrean ibadah haji di Indonesia sebanyak 5,3 juta orang. Rata-rata calon jemaah haji sudah mengetahui kapan jatah waktu berangkatnya, dengan demikian mereka sudah menabung, sehingga pada waktu jatah tiba, bisa segera melunasinya.

Mengutamakan ibadah haji

Bagi kaum muslimin ibadah haji menjadi salah satu prioritas utama, karena ibadah haji merupakan Rukun Islam yang kelima. Ibadah haji menjadi wajib dilaksanakan bagi mereka yang mempunyai kemampuan. Orang Indonesia dianggap mampu melaksanakan ibadah haji kalau dia sehat dan punya uang untuk membayar ONH.

Walaupun perlu dicatat, ada di antara jemaah haji yang menganggap syarat kesehatan itu nomor dua, yang penting bisa berangkat, meninggal di tanah suci tidak masalah. Bahkan ada yang berharap meninggal di tanah suci waktu beribadah haji.

Namun sekarang ini, bagi pemerintah tampaknya kesehatan dinomor-satukan. Walaupun calon jemaah haji bisa melunasi ONH, kalau keadaannya sakit parah, tidak diizinkan untuk berangkat haji, karena orang yang sakit parah tidak wajib melaksanakan haji.

Dapat diperkirakan, jumlah orang Indonesia yang mendaftar haji makin banyak, sehingga waktu tunggu haji juga makin lama. Waktu tunggu di Indonesia paling lama adalah di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yaitu 47 tahun. Jadi, jika teman anda di Bantaeng mendaftar haji sekarang, maka dia akan berangkat 47 tahun yang akan datang.

Sedangkan bagi orang Malaysia, jika mendaftar haji sekarang, akan mendapat jatah diberangkatkan 149 tahun lagi. Oleh karena masa tunggu yang lama, maka banyak orang Indonesia yang mendaftar haji, agar masih kuat, sehat dan punya umur untuk beribadah haji. Terlihat ada beberapa keluarga bergotong-royong mendaftarkan kakek/nenek atau orangtuanya yang belum haji. Hal ini dinilai sebagai bagian dari bakti kepada orangrua untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima.

Kalaupun nanti ternyata kakek/nenek atau orantua tidak mampu berangkat atau karena meninggal dunia, porsi hajinya bisa diwariskan. Sedangkan bagi keluarga yang mampu, begitu anak atau cucunya sudah berusia 12 tahun, dia langsung didaftarkan haji. Sedangkan bagi kelompok menengah, mereka membuka tabungan haji, bagi dirinya, dan menabung semampunya, dengan doa semoga tabungan itu mengundang datangnya rezeki yang lebih banyak lagi.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***

 

Baca 424 kali Terakhir diubah pada Minggu, 14 Januari 2024 11:21
Bagikan: