Bersiap Hadapi Krisis 2023 Pilihan

Kamis, 27 Oktober 2022 07:34
(6 pemilihan)

Anjuran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk menghadapi krisis 2023 mudah untuk diikuti. “Berdaganglah dengan diri sendiri. Sekarang, jangan banyak beli barang impor,” kata Ridwan Kamil waktu di wawancara PRFM, 7 Oktober 2022. Ada gerakan petani milenial di Jawa Barat, dan jangan mengandalkan pangan dari luar negeri.

Anjuran ini mudah dilaksanakan. Sebagai contoh, ayo minum air teh. Satu teh produk luar negeri yang dijual di Indonesia harganya Rp273.000 untuk 100 kemasan (sachet), sedangkan teh celup Indonesia Rp20.000 untuk 100 kemasan. Jadi teh kemasan Indonesia hanya Rp200/kemasan., sedangkan teh luar negeri Rp2.730/kemasan. Mau contoh lain, satu dos mie instan yang berisi 24 bungkus harganya Rp78.000,- atau  Rp3.250/bungkus, sedangkan harga di Amerika Serikat Rp18.000/bungkus, tentu saja ada yang lebih mahal lagi.

Itulah sebabnya, orang yang tinggal di Indonesia hanya dengan punya uang Rp10.000 bisa makan  mie instan 3 bungkus. Sedangkan orang yang tinggal di Amerika Serikat (AS) yang hanya punya uang Rp10.000, dia tidak bisa beli mie instan satu bungkus pun. Dengan Rp10.000 di Indonesia orang bisa kenyang, sedangkan di AS belum mampu beli mie instan, apalagi untuk makan di restoran.

Memang barang dan jasa di AS jauh lebih mahal daripada di Indonesia. Barang dan jasa di Indonesia dengan harga US$1,29 triliun, kalau barang-barang itu dibeli di AS akan berharga $3,99 triliun. Secara umum, barang dan jasa di AS itu 3,09 kali lebih mahal dari pada di Indonesia. Oleh karena itu, menurut IMF, GDP Nominal Indonesia sebesar US$1,29 triliun berada pada peringkat 17 di seluruh dunia, sedang GDP PPP Indonesia sebesar $3,99 triliun berada pada peringkat 7 terbesar di seluruh dunia. PPP atau purchasing power parity dalam bahasa Indonesia disebut Keseimbangan Kemampuan Berbelanja.

Keseimbangan kemampuan berbelanja, kadang-kadang juga disebut paritas daya beli (bahasa Inggrispurchasing power parity - PPP) dalam ilmu ekonomi adalah sebuah metode yang digunakan untuk menghitung sebuah alternatif nilai tukar antar mata uang dari dua negara. KKB mengukur berapa banyak sebuah mata uang dapat membeli dalam pengukuran internasional (biasanya dolar), karena barang (produk) dan jasa memiliki harga berbeda di beberapa negara.

Jadi anjuran Gubernur Jabar mudah dilaksanakan, belilah produk dalam negeri karena harganya murah dan kualitasnya tidak jauh berbeda. Dengan membeli produk dalam negeri, negara hanya mengimpor barang-barang yang paling diperlukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Selain beli produk dalam negeri, Program hilirisasi industri adalah bagian penting dari ikhtiar menhadapi krisis financial. Dengan hilirisasi industri akan menambah pendapatan negara dari impor, selain menciptakan lapangan kerja baru di dalam negeri.

Krisis finansial

Anjuran Gubernur Jabar adalah bagian dari cara menghadapi krisis finansial yang sudah terasa sejak sekarang. Mungkin tahun 2023 keadaan lebih parah. Barang-barang mungkin lebih mahal, khususnya barang impor. Maklum inflasi makin tinggi di seluruh dunia, dan dollar AS makin mahal. Bank Central AS (the Fed) masih akan menaikkan suku bunga untuk menghadapi inflasi di negerinya. Bank-bank sentral negara lain juga turut menaikkan suku bunga, termasuk Bank Indonesia.

Kemungkinan nilai rupiah masih terus melemah. Harga dollar AS Januari 2022 masih  sekitar Rp14.340. Harga dollar AS sudah sekitar Rp15.530 (25 Oktober 2022). Ada kenaikan  hampir Rp1200 per dollar selama 10 bulan, jadi nilai dollar AS rata-rata naik Rp120 per bulan. Jika kecenderungan ini terjadi tiap bulannya, masyarakat akan bisa melakukan antisipasi dengan lebih cermat. Dolar boleh naik, asal pelan-pelan. Dolar boleh juga turun, asal pelan-pelan juga, agar tidak mengagetkan, yang bisa merangsang spekulasi besar-besaran.

Masyarakat Indonesia sudah mempunyai pengalaman yang menyakitkan waktu krisis ekonomi 1998, ada lonjakan tinggi harga dollar dari Rp2300/USD menjadi Rp17.000/USD. Untuk itu, sekarang ini jangan terlalu kaget dengan judul-judul yang bombastis tentang rupiah, misalnya rupiah terkapar, rupiah hancur lebur, atau bahkan rupiah kiamat. Lewati judul-judul itu, dan lihat angkanya. Lakukan penilaian terhadap rupiah berdasarkan angka saja.

Krisis pangan

Krisis finansial berdampak pada krisis pangan di Eropa dan AS. Bahan makanan ada, tetapi tidak terbeli oleh rakyat, sehingga kelas bawah orang Inggris menghemat dengan cara sehari makan, sehari tidak makan. Ada juga yang menjadi pekerja sex komersial, agar punya uang untuk makan keluarganya. Berbeda dengan Inggris, di AS antrian untuk mendapatkan makanan gratis dari food bank makin panjang. Food bank membagikan makanan sisa secara gratis kepada yang membutuhkan. Bagaimana keadaan di Perancis? Periksa melalui search engine.

Bagaimana dengan keadaan di Indonesia? Apakah sudah terjadi kelaparan? Belum ada berita tentang kelaparan, baik karena tidak ada bahan makanan atau karena kesulitan masyarakat untuk membeli makanan. Berita yang beredar adalah masalah kenaikan harga, misalnya kenaikan harga kedelai impor, yang membuat harga tahu tempe naik. Setahun yang lalu, ramai kenaikan harga minyak goreng. Terkadang ada berita kenaikan harga cabai, harga daging, harga telor. Ada juga kenaikan harga yang disebabkan oleh kenaikan harga pertalite dan solar.

Masyarakat sudah mampu melakukan reaksi yang tepat jika ada kenaikan harga. Jika minyak goreng naik, sebagian masakan diganti dengan merebus, pepes, liwet. Mungkin belum sampai menggunakan cara-cara Orde Lama, misalnya harga telur naik, kalau menggunakan cara Orde Lama, telur dibelah dua, satu telor untuk dua orang. Kalau harga tahu tempe naik, karena harga kedelei impor naik, kurangi konsumsi tahu tempe, sambil mendorong ikhtiar agar petani menanam kedelei yang berkualitas.

Yang berbahaya adalah kalau harga beras naik. Salah satu penyebab utama, mengapa rakyat tidak mendukung pemerintah Orde Lama dan Orde Baru, karena harga beras naik. Tritura, tiga tuntutan rakyat, di akhir pemerintahan Orde Lama, salah satunya adalah turunkan harga, terutama harga beras. Orde Baru turun, karena harga beras naik tiga kali lipat. Sekarang, harga beras masih terkendali, salah satu penyebabnya adalah keberhasilan petani untuk memproduksi padi. Sudah tiga tahun ini, pemerintah tidak impor beras.

Pemerintah saat ini menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk bersiap menghadapi krisis pangan. Misalnya Kota Bandung menyelenggarakan program “Buruan Sae”, kegiatan ini adalah program urban farming terintegrasi yang di galakan oleh dinas pangan dan pertanian (DISPANGTAN) kota Bandung, yang ditujukan untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan yang ada di kota Bandung, melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.

Bahkan Gerakan Pramuka pun menyelenggarakan “Gerakan Menanam Bersama Insan Pramuka” (Gembira) di seluruh nusantara. Dengan “Gembira” seluruh anggota Pramuka di Indonesia yang berjumlah lebih dari 20 juta orang dianjurkan menyemaikan bibit tanaman di rumah atau di sekolahnya. Tanaman yang dianjurkan adalah tanaman yang bisa dimakan buahnya, atau daunnya, atau akarnya.

Dengan berbagai ikhtiar ini, walaupun krisis tahun 2023 tetap datang, semua masyarakat telah siap menghadapinya.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co)***

Baca 610 kali
Bagikan: