Adu Strategi Capres, Bulan Terakhir Pilihan

Sabtu, 06 Januari 2024 13:16
(10 pemilihan)

Pendukung pasangan Prabowo+Gibran berikhtiar sekuat tenaga untuk menang dalam satu babak. Alasannya sederhana, kalau pemilihan presiden (pilpres) berlangsung dua babak, pasangan Prabowo+Gibran bisa kalah. Sekarang ini sedang ada penjajagan antara pasangan Amin dan pasangan Ganjar+Mahfud untuk berkoalisi, untuk mengalahkan Prabowo+Gibran pada babak kedua nanti.

Kalau pasangan Amin dan Ganjar+Mahfud bersatu, maka modal awal pemilih dari partai politik (parpol) pendukungnya mencapai 77 juta pemilih (56,3%), sedangkan modal awal pasangan Prabowo+Gibran hanya 59,7 juta pemilih (43,7%).

Yang dimaksud dengan modal awal adalah angka pendukung parpol-parpol kepada para capres/cawapres dari hasil Pemilu 2019, lihat tabel 1.

Tentu saja, pasangan Prabowo+Gibran tidak akan tinggal diam. Ada kemungkinan, sekarang pun sudah mendekati pasangan lainnya, untuk berkoalisi dengannya, kalau sampai pilpres berlangsung 2 babak. Jika pasangan Prabowo+Gibran berhasil merayu salah satu pasangan untuk berkoalisi dengannya, maka hampir dipastikan pasangan Prabowo+Gibran menang pada pilpres tahun ini.

Kemajuan pasangan Amin

Harus dicatat, strategi kampanye pasangan Amin berhasil mengubah peta pemilih. Pada bulan November 2023, diperkirakan pasangan Amin akan kalah pada babak pertama. Berbagai survei elektabilitas pilpres, menempatkan pasangan Amin pada juru kunci. (Lihat tabel 2).

Namun, strategi kampanye pasangan Amin mengubah peta politik pada bulan Desember 2023. Ketika Anies Baswedan ditanya beberapa wartawan televisi, strategi apa yang dilakukan pasangan Amin, Anies tidak mau menjawab. Nggak mungkin strategi kampanye dituturkan secara terbuka.

Perhatikan hasil survei terbaru pada tabel 3. Hasil survei elektabilitas yang dilakukan LSI Denny JA, CSIS, Litbang Kompas, Polling Institute, menempatkan Pasangan Amin pada peingkat ke 2. Sedangkan lembaga survei yang lain tetap menempatkan pasangan Ganjar+Mahfud pada peringkat ke 2, dengan catatan jarak angka elektabilitas antara pasangan Ganjar+Mahfud dengan pasangan Amin tidak terlalu jauh lagi.

Adu strategi

Tentu saja setiap pasangan capres/cawapres dan tim kampanyenya sudah mengkaji hasil survei dari berbagai lembaga survei tersebut. Mari kita saksikan kampanye bulan terakhir, menjelang Pilpres Babak Pertama, tanggal 14 Februari 2024.

Seperti Anies, Ganjar Pranowo juga menolak menjawab pertanyaan wartawan, ketika ditanya apa strategi yang sedang dan akan dilakukan pasangan Ganjar+Mahfud untuk memenangkan Pilpres 2024.

Sesungguhnya gebyar pilpres bukan hanya menarik bagi para aktivis politik, dan akademisi, tetapi juga menarik bagi tenaga pemasaran dan humas. Tenaga pemasaran dan humas mencermati bagaimana strategi dan cara pasangan capres/cawapres dalam mempengaruhi masyarakat untuk menang pada pilpres 2024.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***

 

Baca 435 kali
Bagikan: