Robot milik NASA 'berhasil ciptakan oksigen' di Mars, buka peluang astronaut tak perlu bawa pasok udara dari Bumi

Moxie adalah alat di robot penjelajah milik NASA yang dapat mengolah karbon dioksida menjadi oksigen. Moxie adalah alat di robot penjelajah milik NASA yang dapat mengolah karbon dioksida menjadi oksigen. NASA/JPL-CALTECH
Minggu, 25 April 2021 23:48
(0 pemilihan)

Jonathan Amos BBC News Indonesia

Robot penjelajah milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Mars, Perseverance, mampu "membuat oksigen" dari karbon dioksida yang ada di planet tersebut. Proses pembuatan oksigen itu dilakukan dalam perangkat seukuran pemanggang roti yang disebut Moxie.

Ini adalah alat yang melekat di Perseverance, yang memanfaatkan sumber daya di Mars untuk menghasilkan oksigen. Moxie menciptakan oksigen seberat lima gram. , Oksigen sebanyak ini memungkinkan astronaut bernafas di Mars selama kurang lebih 10 menit.

NASA berharap para astronaut nantinya bisa membawa alat pembuat oksigen yang lebih besar ketimbang Moxie saat bertugas ke Mars. Tujuannya, astronaut tak perlu membawa oksigen dari Bumi untuk bertahan hidup di planet merah.

Oksigen juga merupakan bagian penting dari mekanisme kimia yang menggerakkan roket. Daya dorong dicapai dengan membakar bahan bakar di pengoksidasi, yang bisa berupa oksigen sederhana.

 
Mars

Robot penjelajah Perseverance mendarat di Mars pertengahan Februari 2021. NASA

 

Atmosfer Mars didominasi oleh karbon dioksida dengan konsentrasi 96%. Di planet itu, oksigen hanya 0,13%. Sebagai komparasi, jumlah konsentrasi oksigen di Bumi mencapai 21%.

Moxie mampu melepaskan atom oksigen dari molekul karbon dioksida yang terdiri dari satu atom karbon dan dua atom oksigen. Produk limbah dua komponen tadi adalah karbon monoksida, yang dibuang ke atmosfer Mars.

Tim peneliti NASA mengoperasikan Moxie dalam berbagai mode untuk mengetahui efektivitas kerjanya. Mereka menargetkan Moxie bisa menghasilkan hingga 10 gram oksigen dalam satu jam.

"Moxie bukan hanya instrumen pertama untuk memproduksi oksigen di planet lain," kata Trudy Kortes, direktur urusan pembuktian teknologi di Direktorat Misi Teknologi Antariksa NASA.

"Tapi Moxie juga teknologi pertama yang akan menyokong astronaut pada misi ruang angkasa masa depan untuk bertahan hidup memanfaatkan elemen lingkungan setempat, yang dikenal dengan pemanfaatan sumber daya in-situ," ujar Kortes.

"Moxie mengambil lapisan tak terlebur di Mars, sebuah zat yang Anda temukan di tanah, lalu mengolahnya menjadi struktur besar atau mengambil karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen.

"Proses ini memungkinkan kita mengubah bahan yang melimpah ini menjadi benda-benda yang bisa digunakan seperti propelan, udara untuk bernapas, atau mencampurnya dengan hidrogen untuk menjadi air," kata Kortes.

Baca 92 kali Terakhir diubah pada Minggu, 25 April 2021 23:51
Bagikan: