Pertama di Dunia, Jepang Luncurkan Satelit Kayu ke Luar Angkasa pada 2023

Jepang berencana meluncurkan satelit yang sebagian terbuat dari kayu, ke luar angkasa pada tahun 2023. Jepang berencana meluncurkan satelit yang sebagian terbuat dari kayu, ke luar angkasa pada tahun 2023. (Sumber: Courtesy of Kyoto University/Via Kyodo)
Minggu, 02 Januari 2022 00:14
(0 pemilihan)

TOKYO, KOMPAS.TV - Jepang berencana meluncurkan satelit yang sebagian terbuat dari kayu, ke luar angkasa pada tahun 2023. Bahan kayu dipilih karena lebih ramah lingkungan serta memiliki harga yang lebih murah ketimbang aluminium.

Menurut tim gabungan Universitas Kyoto dan Sumitomo Forestry Co., satelit yang bagian luarnya terbuat dari kayu itu akan terbakar saat kembali memasuki atmosfer bumi setelah menjalankan tugasnya. Dengan begitu, satelit tersebut dinilai lebih ramah lingkungan.

Sampah angkasa saat ini memang menjadi masalah, seiring dengan semakin banyaknya satelit yang diluncurkan ke luar angkasa.

"Kami sangat prihatin dengan fakta bahwa semua satelit yang masuk kembali ke atmosfer Bumi akan terbakar dan menciptakan partikel-partikel kecil alumina yang akan mengambang di bagian atas atmosfer selama bertahun-tahun," ungkap Takao Doi, profesor di Universitas Kyoto dan seorang astronot, yang memimpin tim tersebut kepada BBC pada 2020 lalu.

"Pada akhirnya itu akan berdampak pada lingkungan di Bumi." Kayu juga dianggap lebih murah ketimbang aluminium, bahan yang banyak digunakan dalam produksi satelit saat ini. Karena gelombang elektromagnetik bisa menembus kayu, sebuah antena dapat ditanamkan di dalam satelit.

Seperti dilansir The Japan Times, satelit yang direncanakan itu akan berbentuk kubus dengan masing-masing sisi memiliki panjang 10 cm. Permukaan luarnya akan ditutupi kayu dan sel surya, sedangkan di dalamnya akan terdapat substrat elektronik.

Tim pimpinan Doi tersebut dijadwalkan akan melakukan uji coba ketahanan kayu di luar angkasa mulai Februari mendatang. Uji coba tersebut akan menggunakan alat eksperimen luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Lapisan kayu itu akan dibiarkan terbuka di luar angkasa selama sekitar sembilan bulan untuk mengetahui daya tahannya. Jika wacana ini berhasil, Doi mengatakan, ini akan membuka jalan bagi "bahkan anak-anak yang tertarik dengan luar angkasa untuk membuat satelit."

Doi adalah astronot Jepang pertama yang berpartisipasi dalam aktivitas di luar pesawat luar angkasa saat dia terbang bersama pesawat ulang-alik Columbia pada 1997 silam.

Penulis : Edy A. Putra | Editor : Vyara Lestari

 

Sumber: https://www.kompas.tv/article/247468/pertama-di-dunia-jepang-luncurkan-satelit-kayu-ke-luar-angkasa-pada-2023?page=all

 

Baca 199 kali
Bagikan: