Berita Menarik 18 Jan 2021

Senin, 18 Januari 2021 22:34
(12 pemilihan)

Dari Covid-19 sampai Bencana Alam

Pada tanggal 17 Januari 2021, Kompas.com menyiarkan bahwa seorang pasien Covid-19 meninggal di taksi setelah ditolak di 10 rumah sakit. Keluarga pasien di Depok melaporkan peristiwa itu pada 3 Januari 2021, padahal insiden itu terjadi pada 20 Desember 2020.

Berapa banyak peristiwa serupa terjadi di Indonesia? Hari ini, 18 Januari 2021, jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 144.798 orang. Jumlah kasus aktif terus bertambah karena jumlah kasus baru lebih banyak dari pada jumlah pasien yang sembuh. Dampaknya, fasilitas kesehatan bagi Covid-19 di Indonesia tidak mencukupi. Perlu dipikirkan fasilitas ini ditambah, mungkin dengan menggunakan asrama haji atau hotel bintang dua, jika hotel bintang tiga sudah habis.

Sementara itu anggota Komisi V Fraksi Partai Golkar DPR RI Gatot Sudjito meninggal dunia hari ini, Senin (18/1/2021) pukul 03.00 WIB di RSSA Malang, Jawa Timur, karena Covid-19. Perkembangan Covid-19 di dunia dapat diklik di: https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia.

 

 

 

Dalam keadaan yang berat menghadapi Covid-19, masyarakat diserbu oleh berita hoax. Bagi yang ingin melakukan tabayyun, check & recheck, bisa mengunjungi https://covid19.go.id/p/hoax-buster.

Informasi menarik diungkapkan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Dia mengatakan, ada keterangan yang didapat menunjukkan bahwa pihak laskar FPI ingin berhadapan dengan pihak yang membuntutinya. Setelah mobil laskar FPI dengan mobil polisi bertemu, Komnas HAM mengungkapkan, terjadi kejar-mengejar, saling serempet, hingga berujung pada kontak tembak. Akibatnya, dua anggota laskar FPI tewas.

Sementaran itu, empat anggota laskar lainnya yang masih hidup ditangkap polisi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Akan tetapi, keempat laskar FPI itu kemudian tewas dengan tembakan di dada. Alasan polisi menembak keempat laskar FPI tersebut karena mencekik dan mencoba merebut senjata aparat.

Pengacara Front Pembela Islam ( FPI) Hariadi Nasution menyayangkan pernyataan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik. Hariadi juga menyayangkan aparat kepolisian yang pada akhirnya menembak anggota laskar FPI.  “Kalau melawan laskar kayak begitu, menurut saya, enggak perlu juga dibunuh sampai kayak begitu, kan lihat sendiri jenazahnya itu kan hasil otopsinya seperti apa,” kata Hariadi. “Petugas harus sabar, apalagi ngadepin anak-anak muda. Cara-caranya SOP-nya kan juga harus ada, misalnya ditembak peringatan atau apa biar mereka tahu ini polisi,” ucap dia.

Perhatian media di Indonesia juga masih terfokus pada masalah bencana alam. BNPT mengirim bantuan untuk korban gempa di Sulawesi Barat melalui Udara. Sebelumnya, bantuan untuk korban gempa di Majene dan Mamuju dicegat dan dirampas warga. Kemudian Kapolda Sulawesi Barat memerintahkan 4 Polres mengawal distribusi bantuan korban gempa. Sedangkan Presiden Joko Widodo meninjau banjir di Kalimantan Selatan. Silakan dengarkan penjelasan Presiden di https://www.youtube.com/watch?v=8Db7-2c3v2Y. Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co).

 

Warga Depok Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak 10 RS Covid-19, Bukti Pandemi Makin Gawat

Kompas.com - 17/01/2021, 06:00 WIB
DEPOK, KOMPAS.com - Seorang warga domisili Depok dilaporkan meninggal di taksi online dalam keadaan menderita gejala seperti Covid-19, setelah ditolak banyak rumah sakit rujukan.

Hal itu disampaikan LaporCovid19 yang menerima laporan secara langsung dari keluarga pasien pada 3 Januari 2021. "Anggota keluarganya meninggal di taksi daring setelah ditolak di 10 rumah sakit rujukan Covid-19," demikian tulis LaporCovid19 melalui keterangan pers bersama Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Jumat (15/1/2021).

Meski mendapat laporan pada 3 Januari 2021, menurut salah satu sumber Kompas.com, insiden itu terjadi pada 20 Desember 2020. Insiden itu menimpa seorang ayah yang kesulitan mencari rumah sakit rujukan Covid-19 saat dirinya mengalami sesak nafas dan sejumlah gejala lain yang mirip Covid-19.
Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/01/17/06000121/warga-depok-meninggal-di-taksi-online-usai-ditolak-10-rs-covid-19-bukti?page=all. Penulis : Vitorio Mantalean; Editor : Sandro Gatra.

 

Gatot Sudjito Meninggal, Ini Deretan Anggota DPR Wafat karena COVID-19

Sudah lima anggota DPR meninggal karena COVID-19

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi V Fraksi Partai Golkar DPR RI Gatot Sudjito meninggal dunia hari ini, Senin (18/1/2021) pukul 03.00 WIB di RSSA Malang, Jawa Timur.Sekretaris Fraksi Partai Golkar Adies Kadir mengatakan, Gatot Sudjito meninggal karena COVID-19. 

Klik untuk baca: https://www.idntimes.com/news/indonesia/aldzah-fatimah-aditya/gatot-sudjito-meninggal-ini-deretan-anggota-dpr-wafat-karena-covid/1

 

Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komnas HAM mengungkapkan, ada anggota laskar Front Pembela Islam ( FPI) yang tertawa-tawa saat terlibat bentrok dengan anggota Polda Metro Jaya pada 7 Desember 2020. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menuturkan, informasi itu diperoleh dari rekaman voice note laskar FPI. “Setelah ada tembakan dan ada yang menangis terkena tembakan, ‘serang balik’, ada. Sebelum ada tembakan, ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa,” ucap Taufan dalam diskusi daring di akun Youtube Medcom.id, Minggu (17/1/2021).

Rekaman voice note selama 20 menit itu juga sudah didengarkan oleh ahli psikologi forensik yang independen dan bahkan memiliki pengalaman bekerja dengan Biro Investigasi Federal AS atau FBI.

Dari temuan Komnas HAM, eskalasi bentrok mulai terjadi ketika mobil laskar FPI menunggu mobil yang ditumpangi polisi. Taufan menuturkan, dari keterangan anggota laskar FPI yang diperiksa, mereka tidak menyebut secara spesifik mengetahui bahwa pihak yang membuntuti adalah polisi.

Namun, kata Taufan, ada keterangan yang didapat menunjukkan bahwa pihak laskar FPI ingin berhadapan dengan pihak yang membuntutinya. Setelah mobil laskar FPI dengan mobil polisi bertemu, Komnas HAM mengungkapkan, terjadi kejar-mengejar, saling serempet, hingga berujung pada kontak tembak. Akibatnya, dua anggota laskar FPI tewas.

Sementaran itu, empat anggota laskar lainnya yang masih hidup ditangkap polisi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Akan tetapi, keempat laskar FPI itu kemudian tewas dengan tembakan di dada. Alasan polisi menembak keempat laskar FPI tersebut karena mencekik dan mencoba merebut senjata aparat.

Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/18/06290391/komnas-ham-ungkap-ada-anggota-laskar-fpi-tertawa-tawa-saat-bentrok-dengan?page=all.
Penulis : Devina Halim; Editor : Dani Prabowo

 

Komnas HAM Sebut Pengawal Rizieq Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi, Begini Kata FPI

Kompas.com - 18/01/2021, 13:26 WIB

Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/18/13264401/komnas-ham-sebut-pengawal-rizieq-tertawa-tawa-saat-bentrok-dengan-polisi?page=all. Penulis : Irfan Kamil; Editor : Icha Rastika

 

BNPB Kirim Bantuan Korban Gempa Sulbar Via Udara

18 Januari 2021 , 13:44

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendistribusian bantuan logistik via udara menggunakan helikopter untuk korban terdampak gempa Magnitudo 6,2 di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene pada Minggu (17/1).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, bantuan logistik telah didistribusikan dari Posko Bandara Tampa Padang Mamuju ke beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Malunda, Ulumanda dan Tubosendang (Kabupaten Majene), serta Kecamatan Takandeang (Kabupaten Mamuju).

"Pendistribusian bantuan logistik berupa 270 dus mie instan, 15 dus air mineral dan lima bal selimut ke empat kecamatan di Kabupaten Mamuju dan Majene," kata Raditya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (18/1).

Klik untuk baca: https://www.validnews.id/BNPB-Kirim-Bantuan-Korban-Gempa-Sulbar--Via-Udara-xIB

 

Bantuan Korban Gempa Majene dan Mamuju Dicegat dan Dirampas Warga

Muhammad Yunus Sabtu, 16 Januari 2021 | 11:36 WIB

SuaraSulsel.id - Sejumlah relawan dan rombongan Tim Basarnas yang membawa bantuan untuk korban bencana gempa Majene dan Mamuju dicegat warga di jalan. Saat memasuki wilayah Majene dan Mamuju.

Video penghadangan dan perampasan bantuan beredar di media sosial. Bahkan warga nyaris menganiaya relawan dengan parang. Karena terbakar emosi. Sejumlah relawan dan tim dari luar Majene dan Mamuju yang ingin membawa bantuan diminta hati-hati. Saat melintas di perbatasan.

Klik untuk baca: https://sulsel.suara.com/read/2021/01/16/113628/bantuan-korban-gempa-majene-dan-mamuju-dicegat-dan-dirampas-warga.

 

Kapolda Sulawesi Barat Perintahkan 4 Polres Kawal Distribusi Bantuan Korban Gempa

Kompas.com - 18/01/2021, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Sulawesi Barat Irjen Eko Budi Sampurno memerintahkan empat kepolisian resor (polres) untuk mengawal distribusi bantuan kepada korban gempa di Sulawesi Barat. Empat polres tersebut yakni, Polres Polman, Polres Majene, Polres Pasang Kayu, dan Polres Mamuju Tengah. “Untuk aktif dalam mengawal dan mengamankan pendistribusian logistik,” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2021). 

Hal itu dilakukan menyusul adanya informasi dugaan penjarahan terhadap bantuan logistik ke lokasi bencana di Sulawesi Barat. Diharapkan, bantuan dapat sampai ke lokasi terdampak bencana dengan lancar. “Dan memastikan pendistribusian logistik sampai ke lokasi Mamuju dalam keadaan aman dan lancar,” tuturnya. Sebelumnya, beredar tiga video di media sosial terkait dugaan aksi penjarahan bantuan korban bencana gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat.

Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/18/15460261/kapolda-sulawesi-barat-perintahkan-4-polres-kawal-distribusi-bantuan-korban?utm_source=Facebook&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Dekstop. Penulis : Devina Halim; Editor : Kristian Erdianto

 

Jokowi: Banjir di Kalimantan Selatan Akibat Luapan Sungai Barito

Muhammad Radityo Priyasmoro; 18 Jan 2021, 15:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai banjir di Kalimantan Selatan adalah sebuah fenomena yang tidak pernah terjadi dalam 50 tahun terakhir. Menurut dia, banjir disebabkan luapan Sungai Barito akibat curah hujan yang tinggi, sehingga debit air tak mampu ditampung.

Klik untuk baca: https://www.liputan6.com/news/read/4460226/jokowi-banjir-di-kalimantan-selatan-akibat-luapan-sungai-barito

Baca 2208 kali
Bagikan: