Berita Menarik 17 Jan 2021

Minggu, 17 Januari 2021 17:05
(12 pemilihan)

Dari Uang FPI sampai Bencana Alam

Rekening FPI sudah diblokir. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan, pemblokiran rekening FPI juga bertujuan untuk mengetahui sumber dan penggunaan dana FPI selama ini.

Berkaitan dengan ekstremisme, Presiden Republik Indonesia Perpres Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur sejumlah program pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE). Salah satu program yang tercantum adalah melatih masyarakat untuk melaporkan terduga ekstremis ke polisi. Pemerintah ingin meningkatkan efektivitas pelaporan masyarakat dalam menangkal ekstremisme.

Sementara itu tempo.co menyiarkan bahwa Rizal Ramli mengaku kecewa dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatannya soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. “Kami sangat kecewa dengan putusan MK yang tidak memiliki argumen hukum yang kuat. MK lebih mendengarkan suara kekuasaan,” kata Rizal lewat keterangan tertulis, Ahad, 17 Januari 2020.

Namun, sesungguhnya perhatian media di Indonesia masih terpusat kepada kecelakaan dan bencana alam. Jatuhnya pesawat Sriwijaya terus menjadi perhatian media, kemudian gempa di Majene, Sulawesi Barat, longsor di Cimanggung Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara. Selain itu Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta Gunung Semeru Jawa Timur mulai bergejolak. Entah, di mana lagi bencana alam akan datang di Indonesia, karena Indonesia memang kaya sumber bencana alam.

Tentu saja bencana alam yang menakutkan adalah pandemi Covid-19. Bencana ini adalah bencana dunia, sudah 2 juta orang lebih meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia. Tren Covid-19 di Indonesia cukup merisaukan, sudah masuk 20 besar di seluruh dunia. Untuk memantau perkembangan Covid-19 di dunia dapat diklik di: https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia.

Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co).

 

Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK) Dian Ediana Rae menyampaikan alasan pihaknya memblokir rekening Front Pembela Islam ( FPI) usai dibubarkan pemerintah.

Dian beralasan PPATK perlu menelusuri jejak keuangan FPI, sebab aktivitas keuangan merupakan salah satu unsur dari seluruh kegiatan organisasi masyarakat. “Ini kan salah satu komponen penting dari organisasi kan adalah komponen uang. Uang ini kan aneh juga kalau FPI-nya bubar tapi uangnya jalan dan beredar kan aneh juga,” kata Dian dalam diskusi virtual di kanal YouTube Medcom.id, Minggu (17/1/2021).

“Nah sehingga kita memang harus melakukan langkah-langkah untuk memastikan apakah ada yang bertentangan dengan peraturan pemerintah dan perundang-undangan,” kata Dian. Ia menuturkan, pemblokiran rekening FPI juga bertujuan untuk mengetahui sumber dan penggunaan dana FPI selama ini.

Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/17/14403091/kepala-ppatk-aneh-kalau-fpi-bubar-uangnya-tetap-jalan-dan-beredar. Penulis : Rakhmat Nur Hakim; Editor : Dani Prabowo

 

Perpres Baru, Warga Dilatih Polisikan Terduga Ekstremis

CNN Indonesia | Sabtu, 16/01/2021 05:15 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- 

Perpres Nomor 7 Tahun 2021 yang diteken Presiden Joko Widodo mengatur sejumlah program pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

Salah satu program yang tercantum adalah melatih masyarakat untuk melaporkan terduga ekstremis ke polisi. Pemerintah ingin meningkatkan efektivitas pelaporan masyarakat dalam menangkal ekstremisme.

"Pelatihan pemolisian masyarakat yang mendukung upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah ke terorisme," seperti dikutip dari Perpres 7 Tahun 2021.

Dalam perpres itu dijelaskan bahwa program pelatihan dibuat untuk merespons keperluan peran kepolisian masyarakat dalam mencegah ekstremisme.

Klik untuk baca: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210116022551-20-594467/perpres-baru-warga-dilatih-polisikan-terduga-ekstremis

 

Kecewa Gugatannya Ditolak, Rizal Ramli: MK Lebih Mendengar Suara Kekuasaan

Reporter: M Rosseno Aji; Editor: Syailendra Persada

Minggu, 17 Januari 2021 12:27 WIB

TEMPO.COJakarta - Rizal Ramli mengaku kecewa dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatannya soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold

“Kami sangat kecewa dengan putusan MK yang tidak memiliki argumen hukum yang kuat. MK lebih mendengarkan suara kekuasaan,” kata Rizal lewat keterangan tertulis, Ahad, 17 Januari 2020.

Rizal mengatakan sistem ambang batas presiden 20 persen merupakan legalisasi dari sistem politik uang dan kriminal yang merusak kehidupan bernegara dan merugikan kepentingan sosial ekonomi masyarakat.

Di seluruh dunia, kata dia, ada 48 negara yang menggunakan sistem pemilihan dua tahap seperti di Indonesia, tetapi tidak ada pembatasan semacam presidential threshold. Dia mengatakan di Ukraina yang bahkan memiliki 39 calon presiden, dengan 18 orang dicalonkan parpol yang berbeda dan 21 orang dicalonkan independen.

“Itulah esensi demokrasi yang sesungguhnya, rakyat yang menyortir dan memilih calon presiden. Bukannya malah parpol yang melakukan sortir dan pre-seleksi calon presiden berdasarkan kriteria kekuatan finansial,” kata dia.

Klik untuk baca: https://nasional.tempo.co/read/1424035/kecewa-gugatannya-ditolak-rizal-ramli-mk-lebih-mendengar-suara-kekuasaan/full&view=ok

 

5 Bencana Melanda Indonesia di Awal 2021

Yudha Maulana - detikNews

Minggu, 17 Jan 2021 16:02 WIB

Bandung -  Lima bencana terjadi di Tanah Air di pembuka tahun 2021. Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari 2020, disusul longsor Cimanggung, Sumedang yang hingga kini menelan puluhan korban jiwa.

Berselang satu pekan kejadian gempa bumi berkekuatan M 6,2 juga menghantam Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada 15 Januari. BNPB merilis hingga saat ini (Minggu, 17 Januari), 56 orang meninggal dunia.

Belum kering air mata, banjir bandang juga merendam Kalimantan Selatan. Basarnas mengungkap 2.600 warga yang terdampak harus mengungsi. Teranyar, banjir dan longsor juga terjadi di Kota Manado, 6 orang meninggal dunia dan 500 lebih warga yang terdampak mengungsi.

Klik untuk baca: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5337492/5-bencana-melanda-indonesia-di-awal-2021/3

 

 

 

 

Baca 1218 kali Terakhir diubah pada Minggu, 17 Januari 2021 17:37
Bagikan: