Baju Daerah Jawa Barat

Baju Daerah Jawa Barat Instagram Puteri Indonesia 2020
Senin, 17 Agustus 2020 15:35
(2 pemilihan)

Pakaian Adat Jawa Barat sudah melekat pada budaya Sunda. Budaya Sunda adalah salah satu kebudayaan tertua di Indonesia. Banyak sekali ragam dan bentuk budaya jawa barat khususnya sunda yang sangat khas. Dan beberapa diantaranya adalah warisan leluhur yang tak ternilai harganya dan harus dipertahankan.

Seperti kesenian tradisional tari, alat musik Sunda, huruf aksara sunda dan lain sebagainya. Selain dari yang disebutkan di atas, suku Sunda juga memiliki warisan adat yang juga tidak kalah berharganya.

Daerah Sunda pastinya memiliki pakaian yang khas. Artinya berbeda dengan baju adat dari daerah lainnya yang tentu punya keunikan tersendiri. Secara geografis, Sunda berada di Pulau Jawa sebalah barat, meliputi Banten dan Jawa Barat. Jadi Pakaian Adat Jawa Barat itu sama saja artinya dengan Pakaian Adat Sunda. Walaupun pada kenyataannya orang dari suku Sunda kini telah banyak menyebar di berbagai penjuru nusantara maupun dunia.

Baju Adat Jawa Barat

Berbicara tentang baju Adat Jawa Barat itu tidak terlepas dari aspek sejarahnya. Zaman dahulu, berdasarkan kasta atau sastra sosial masyarakat Sunda teradapat perberdaan busana atau pakain adat daerah ini. Dibawah ini adalah baju adat Sunda yang dibedakan berdasarkan 3 kelompok yaitu untuk kalangan biasa atau kelas bawah, menengah dan kelas atas (bangsawan).

Namun untuk zaman sekarang ini, pengelompokan pakaian adat Sunda berdasar pada strata sosial maupun status di masyarakat tersebut sudah tidak relevan. Jangan hanya mengetahui jenis saja tanpa mengetahui maknanya. Namun kendati begitu, bagaimana sebenarnya perwujudan dan penjelasan tentang pakaian Sunda dalam 3 jenis kelompok strata sosial tersebut. Rakyat biasa (jelata), menengah dan menak atau bangsawan. Lengkap dengan nama-nama pakaian adat Sunda yang berkaitan dan keunikan pakaian adat jawa barat.

Baju Pangsi dan Kebaya Sunda + Kain Kebat (Pakaian adat kelas bawah)

Pengelompokan baju adat Jawa Barat untuk orang kelas biasa dan bawah. Pakaian untuk kelas biasa terlihat sederhana dan terkesan usang. Kaum kelas bawah biasa dikenal kaum petani di kalangan masyarakat Sunda.

  • Pakaian laki-laki.
    Bagi laki-laki, biasa memakai celana dengan ukuran besar atau biasa disebut ‘celana komprang’ atau pangsi. Untuk atasannya dinamakan baju salontréng. Namun seringnya paduan pakaian atas bawah disebut sebagai baju pangsi. Tidak lupa juga dengan sarung sebagai selempang untuk ciri khasnya. Untuk alas kaki menggunakan sandal tarumpah terbuat dari kayu untuk aksesoris, biasa sabuk, ikat kepala (logen) dengan model Barambang Semplak dan atau Hanjuang Nangtung.
  • Pakaian Perempuan.
    Pakaian perempuannya itu biasanya mengenakan kain batik yang panjang (sarung kebat). Atau juga disebut dengan Sinjang Bundel sebagai bawahan. Kemudian juga memakai beubeur disebut juga sabuk atau ikat pinggang dilengkapi juga dengan kamisol dan kebaya. Kedua motif ini dibalut dengan batik yang anggun. Alas kaki mengenakan sandal jepit keteplek.

Variasi Kebaya dan Baju untuk Kelas Atas

Perbedaan tampilan Pakaian adat ini tampak kontras dan jelas dibanding pakaian untuk rakyat jelata seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Terlihat lebih rapi dan berwibawa. Pakaian ini biasa dipakai oleh kaum menengah yang berprofesi sebagai pedagang, pengusaha atau saudagar.

  • Untuk Kaum Laki-laki.
    Untuk laki-laki biasa mengenakan pakaian berwarna putih sejenis jas yang disebut Baju Bedahan. Dipadukan dengan kain kebat yang disarungkan, memakai sabuk dan juga ikat kepala yang disebut bengker. Sebagian orang kalangan menengah juga biasanya memakai arloji dengan rantai berwarna keemasan yang digantung di kantong pakaian sebagai aksesoris.
  • Untuk Kaum Wanita.
    Wanitanya biasa mengenakan atasan pakaian kebaya dengan aneka warna dan corak. Dipadukan dengan sanggul kepala dan kain kebat sebagai rok bawahan. Tidak ketinggalan ikat pinggang dan selendang berwarna. Dan alas kakinya menggunakan sandal kelom geulis.dan juga beberapa perhiasan untuk tambahan asessoris.

 

Jas Beludru Sulam Benang Emas – Baju adat kaum bangsawan (Menak)

Untuk pengelompokan baju adat yang terakhir yaitu untuk para kaum bangsawan. Jadi secara tampilanpun tentu kadar kelayakannya berkali-kali lipat dari pada jenis pakaian yang disebutkan sebelumnya.

  • Untuk Kaum Pria.
    Baju adat Sunda yang digunakan adalah terdiri dari Jas beludru hitam. Jas ini terbuat dari benang emas tepat pada bagian ujung lengan. Celana panjang motif yang serupa dengan jas dan sabuk emas. Sebagai tutup kepala menggunakan bendo dan sandal selop hitam untuk alas kaki.
  • Untuk Kaum Wanita.
    Pakaian adat Sunda yang dikenakan adalah kebaya berbahan beludru hitam. Disulam dengan tambahan manik-manik. Kain kebat dengan motif rereng sebagai bawahan. Dan untuk alas kaki itu menggunakan selop berbahan beludru hitam. Tambahan akseseoris yang digunakan adalah berupa sanggul rambut dengan konde dan perhiasan.

Beskap – Pakaian Adat Sunda untuk Acara Resmi

Beskap nama pakaian adat Bandung yaitu sejenis kemeja resmi untuk laki-laki. Pakain adat sunda yang satu ini untuk event resmi. Beskap memiliki tekstru tebal, kerah bajunya juga tidak memiliki rlipat. Warnanya beragam namun biasanya berwarna gelap dan selalu polos. Jika dilihat dari dekat, ada perbedaan ukuran potongan beskap di bagian depan yang tidak simentris. Tujuannya yaitu untuk pemakaian aksesoris yang mungkin cukup berat seperti keris. Pola kancingnya juga menyamping. Beskap hampir selalu dipadukan dengan jarik, yakni sejenis kain panjang yang diikatkan untuk menutupi kaki.

  • Pakaian untuk Mojang (Perempuan).
    Para mojang atau perempuan biasa pastinya memakai baju adat berupa kebaya dengan paduan warna polos. Sedangkan atasan menggunakan kain. Tak lupa menggunakan selop disesuaikan dengan kebaya. lupa juga pemakaian ikat pinggang (beubeur) untuk dikencangkan dengan kain. Kemudian juga memakai selendang atau karembong.
  • Pakaian untuk jejaka
    Adapun para jajaka (pemuda) dalam acara penting kerap mengenakan atasan yaitu Beskap atau jas tertutup dengan warna hitam. Celana panjang juga biasanya disesuaikan dengan warna baju. Kepala menggunakan penutup sejenis peci (bendo). Dan penggunaan selop (kelom) untuk alas kaki. Asessoris jam (arloji) emas yang dipasangkan dengan cara dijepit di saku. Baju adat resmi ini juga bisa termasuk dalam kelompok baju adat Sunda modern atau baju adat jawa barat modern.

Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat :

Baju Adat Jawa Barat mempunyai beberapa keunikan yang perlu Anda ketahui, berikut 4 Keunikan pakaian Adat Jawa Barat.

1. Aksesoris Penutup Kepala Untuk Pria (Bendo).

Baju Adat Jawa Barat untuk Pria dilengkapi dengan asesoris penutup kepala yang disebut dengan Bendo. Sedangkan untuk pakaian mengenakan jas taqwa yang terbuat dari jenis kain dodot. Aksesoris lainnya adalah keris dan kalung.

2. Celana untuk Pria hanya sampai Betis.

Model Celana adat Jawa Barat ini cukup unik, karena panjangnya tidak sampai bawah namun hanya sampai daerah betis dan berbentuk komprang. Untuk Aksesoris pelengkap terdapat ikat pinggang dari bahan kulit.

3. Aksesoris Ikat Pinggang untuk Wanita (Beuber).

Pakaian Adat Wanita Jawa Barat adalah kebaya dengan mengenakan ikat pinggang yang namanya Beuber. Ikat pinggang ini terbuat dari kain kebat, sedangkan untuk aksesoris lainnya yaitu mahkota, kemudian rambut yang dihias atau digelung jucung dengan tambahan rangkaian bunga. Sedangkan untuk alas kaki atau sandalnya disebut dengan kelom geulis.

4. Jenis Pakaian Berdasarkan Status Sosial.

Di Jawa Barat untuk acara adat biasanya terdapat perbedaan pakaian adat yang dikenakan oleh setiap orang. Semua tergantung dari status sosialnya mulai dari bangsawan hingga masyarakat pada umumnya. Ini berlaku untuk semua golongan, muda, tua, wanita, pria, anak anak maupun dewasa.

 

Baca 3563 kali Terakhir diubah pada Kamis, 20 Agustus 2020 13:00
Bagikan: