Waduh! Novel Malah Sebut Amien Rais Berbau Komunis, Muannas Alaidid: Senjata Makan Tuan

Muannas Alaidid Muannas Alaidid Foto : Suara.com
Minggu, 25 Juli 2021 12:20
(0 pemilihan)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengacara Muannas Alidid menyoroti pernyataan Novel Bamukmin yang baru-baru ini malah menuding Amien Rais berbau komunis. 

Padahal, rekam jejak keduanya selama ini ibarat satu langkah sejalan. Oleh sebab itu, Muannas menyebutnya “senjata makan tuan”.

“Senjata makan tuan biasa jualan PKI nyasar temen sendiri,” kata Muannas Alaidid, Minggu 25 Juli 2021. 

Pernyataan Muannas disampaikan dengan mengunggah catatan Fery Padli di laman Seword.com. Berikut catatan tersebut:

Tentu penyebabnya adalah orang yang dicintai tersebut perbuatannya tidak seperti yang diharapkan.

Misal, kita berharap dia setia, eh tahu-tahunya selingkuh dengan waria sebelah rumah.

Begitupun sebaliknya. Ada orang yang selama ini kita benci banget, bisa saja kedepannya berubah menjadi orang yang paling kita sayangi.

Begitulah kura-kura yang terjadi dengan hubungan antara Amien Rais dan Rizieq saat ini.

Namun cinta diantara keduanya itu bukan cinta dalam artian kasmaran. Rizieq dan Amien Rais masih normal kok. Masih suka sama perempuan.

Terbukti, si Big imam FPI itu pernah ketahuan melakukan chat seks dengan Firza Husein.

Tapi cinta di sini dalam artian persahabatan.

Tentu tidak ada yang meragukan lagi kalau Amien Rais dan Rizieq itu telah bersahabat sejak lama.

Dan mereka juga telah berjuang bersama-sama.

Saat Ahok tersandung kasus penistaan agama dulu, kedua orang ini sama-sama getol banget ingin memenjarakan mantan Gubernur DKI tersebut.

Begitupun saat Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden. Keduanya sama-sama mendukung Ketua umum Partai Gerindra itu.

Bahkan, saat Rizieq kabur ke Arab Saudi pasca tersandung chat terlarang dulu, Amien Rais bela-belain datang ke sana untuk menemui-nya.

Kemudian, persamaan lain dari mereka berdua adalah sama-sama menjadi haters atau pembenci jokowi.

Melihat kekompakan yang seperti itu, tidak ada yang menyangka kalau akhirnya keduanya berseteru.

Hal ini diawali dari beda pendapat antara Amien Rais dan Rizieq soal tewasnya 6 Laskar FPI di KM 50 tol Jakarta - Cikampek.

Rizieq ngotot polisi telah melanggar HAM berat atas meningglanya pengawalnya itu.

Begitupun dengan Kadrun lain, punya pemahaman yang sama.

Sedangkan Amien Rais, yang telah melakukan proses panjang mengusut kasus itu.

Mulai dari membentuk Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI, bersama rekan-rekannya yang lain, seperti Abdullah Hehamahua, Marwan Batubara, Busyro Muqoddas, Neno Warisman, dll.

Kemudian, melakukan investigasi mendalam dengan menggali informasi dari sumber primer.

Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa baik polisi, BIN maupun TNI sama sekali tidak terlibat dalam skenario pembunuhan itu. Sehingga tidak ada pelanggaran HAM sama sekali di sana, seperti yang selama ini Kadrun tuduhkan.

"Jadi teman-teman TNI dari tiga angkatan dan teman-teman Polri, anda memang tidak terlibat baik skenario apalagi pelaksanaan. Jadi kita bangga alhamdulillah tulang punggung keamanan bangsa yang namanya Polri dan tulang punggung pertahanan yang namanya TNI itu tidak terlibat sama sekali (pelanggara HAM)," ujar Amien Rais.

Lantas, antara Amien Rais dan Rizieq itu siapa yang paling layak dipercaya?

Berdasarkan prosedur yang diilakukan dalam penarikan kesimpulan sih, Amien Rais.

Kenapa? Karena ada metode ilmiah yang dia pakai di sana.

Artinya pengumpulan informasi itu dilakukan secara sistematis. Mulai dari membentuk tim investigas, melakukan wawancara ke sumber informasi primer dan skunder, menarik kesimpulan dan menyampaikannya ke publik.

Sedangkan Rizieq hanya bermodalkan prasangka doang kalau kejadian di KM 50 itu adalah pelanggaran HAM berat.

Dan sampai sekarang ia tetap ngotot dengan pandangannya itu.

Karena beda pandangan itulah ia akhirnya tidak respek lagi sama Amien serta mengatakan mantan Ketua PAN itu sangat blunder dan kontraproduktif.

Pentolan PA 212 yang lain, Novel Bamukmin pun punya sikap yang sama dengan Rizieq.

Bahkan ia meminta Amien Rais agar melakukan klarifikasi, menarik lagi ucapannya tersebut. karena menurutnya ucapan pendiri Partai Ummat itu adalah bohong.

Tanpa tedeng aling-aling, Novel pun mensomasi Amien Rais untuk menentukan pilihan. Segera melakukan klarifikasi atau bubarkan TP3.

Dan tanpa ragu-ragu ia juga menuding tindakan yang diambil oleh Amien Rais itu berbau komunis yang telah mengorbankan 6 nyawa Laskar FPI.

"Hanya komunis yang merelakan nyawa dan tidak ada harganya demi kepentingan politik," ujar mantan karyawan fitsa hats tersebut (24/7/2021).

Ngeri-ngeri lucu om Novel ini. Dikit-dikit orang diomongnya komunis.

Beda pandangan dengan kadrun dikatakannya komunis. Hehehe

Berikut beberapa tuduhannya yang lain dengan menggunakan isu komunis itu.

RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dikatakannya sangat kental aroma komunis.

Soal penangkapan Munarman, disebutnya permainan komunis.

Markas FPI dilempar bom molotof, dia bilang pelakunya itu komunis.

Jozeph Paul Zhang yang mengaku Nabi ke-26, dikatakannya pernyataan Jozeph itu bagian dari upaya komunis mengadu domba umat beragama agar berkonflik.

PPKM Darurat diperpanjang disebutnya pemerintah dibekingi oleh cukong komunis.

Dan masih banyak lagi pihak lain yang padahal bukan komunis tapi dituduhnya komunis oleh si Novel ini.

Pertanyaannya, kalau semua dituduh komunis, jangan-jangan yang komunis itu sebenarnya adalah dia sendiri? Hehehe

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Baca 50 kali Terakhir diubah pada Minggu, 25 Juli 2021 12:23
Bagikan: