Risiko Besar Bagi PDIP Jika Tidak Usung Ganjar Jadi Capres, Charta Politika Sebut Ancaman Ini

Rabu, 30 November 2022 11:15
(0 pemilihan)

Warta Ekonomi, Jakarta - Risiko besar bagi PDIP berpotensi ditinggalkan pemilihnya jika tidak mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024. Hal ini terungkap berdasarkan survei Charta Politika Indonesia.

Dalam survei bertajuk 'Persepsi Publik Terkait Kinerja Pemerintah dan Peta Elektoral Terkini' pada 4-12 November 2022 tersebut, 31 persen responden tidak akan memilih PDIP jika bukan Ganjar capresnya.

"Sebanyak 31 persen responden pemilih PDIP dan Ganjar Pranowo menyatakan tidak akan memilih PDIP jika Ganjar tidak dicalonkan," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam siaran persnya, Selasa (29/11/2022).

Dalam simulasi yang sama, Yunarto menyebut mayoritas pemilih Ganjar Pranowo akan tetap memilih gubernur berambut putih itu apabila tidak diusung PDIP sebagai capres 2024. Hanya sekitar 5 persen responden yang enggan memilih Ganjar apabila tidak diusung PDIP.

"Sebanyak 87,5 persen responden pemilih PDIP dan Ganjar Pranowo menyatakan tetap memilih Ganjar Pranowo meskipun tidak dicalonkan oleh PDIP," kata Yunarto. Yunarto menjelaskan simulasi ini melibatkan 200 orang responden yang mengaku memilih PDIP dan Ganjar Pranowo.

Sementara dalam simulasi lain yang melibatkan 398 responden pendukung Ganjar, mantan anggota DPR itu pantas menjadi capres Golkar apabila tidak diusung PDIP.

"Responden yang menyatakan memilih Ganjar Pranowo, 22.9 persen menyatakan jika Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDIP sebagai calon presiden sebaiknya maju melalui dukungan Partai Golkar," kata Yunarto.

Adapun dalam survei itu, nama Ganjar menempati posisi puncak elektabilitas pada simulasi sepuluh nama. Elektabilitas Ganjar jauh di atas nama-nama lain seperti Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan tokoh lainnya.

"Ganjar di posisi pertama dengan perolehan 32,6 persen. Sementara Anies di bawahnya 23,1 persen dan Prabowo 22 persen," kata Yunarto Survei tersebut melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka yang dilaksanakan pada 4-12 November 2022.

Margin of error dalam survei ini lebih kurang 2,83 persen dengan quality control sebanyak 20 persen dari total sampel. 

 

Sumber: https://wartaekonomi.co.id/read462848/risiko-besar-bagi-pdip-jika-tidak-usung-ganjar-jadi-capres-charta-politika-sebut-ancaman-ini?page=all

 

Baca 26 kali
Bagikan: