KPK Jerat Seorang Oknum Hakim Agung

 Wakil ketua KPK Nurul Ghufron saat memberikan keterangan OTT terhadap oknum hakim agung MA. Wakil ketua KPK Nurul Ghufron saat memberikan keterangan OTT terhadap oknum hakim agung MA. (Foto: Humas KPK)
Jumat, 23 September 2022 07:52
(0 pemilihan)

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, KPK prihatin dan berharap OTT tersebut merupakan penangkapan terakhir terhadap insan hukum. "KPK bersedih harus menangkap hakim agung," kata Ghufron dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

"Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti, tetapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang," katanya.

Padahal, kata Ghufron, KPK telah melakukan pembinaan integritas di lingkungan MA, baik kepada hakim dan pejabat struktural. Pembinaan integritas ini diharapkan dapat mencegah terjadinya korupsi di MA dan lembaga peradilan.

"KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan. Berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama," ujarnya.

Diberitakan, KPK menangkap sejumlah pihak dalam OTT di Jakarta dan Semarang. Dalam OTT itu, salah satu pihak yang ditangkap, yakni seorang hakim agung MA.

Hakim agung MA dan sejumlah pihak ditangkap tim satgas KPK lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait penanganan perkara di MA. KPK turut mengamankan uang tunai dalam pecahan mata uang asing yang diduga barang bukti suap.

Saat ini, para pihak yang diringkus dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

 
Baca 8 kali Terakhir diubah pada Jumat, 23 September 2022 07:54
Bagikan: