Dinilai Nodai Al-Qur'an, Seorang Tersangka Digantung Massa di Pakistan

Polisi berkumpul di luar kantor polisi di distrik Nankana, Pakistan di mana tersangka penista Al-Qur'an diseret oleh ratusan massa dan digantung, Minggu (12/2). Polisi berkumpul di luar kantor polisi di distrik Nankana, Pakistan di mana tersangka penista Al-Qur'an diseret oleh ratusan massa dan digantung, Minggu (12/2).
Senin, 13 Februari 2023 09:18
(0 pemilihan)

Bekas pengrusakan sebuah kantor polisi Pakistan yang diamuk massa hari Sabtu (11/2) masih terlihat. Ratusan warga Muslim merangsek kantor polisi itu, menyeret seorang tersangka penistaan kitab suci Al-Qur'an keluar dari sel dan menggantungnya.

Perwira polisi senior Babar Sarfaraz Alpa mengatakan seorang laki-laki yang hanya diidentifikasi sebagai Waris telah ditahan polisi karena menodai halaman-halaman salinan kitab suci Al-Qur'an.

Ia mengatakan Waris, yang berada di daerah pedesaan Nankana, menempelkan gambar dirinya, istrinya dan sebilah pisau di beberapa halaman Al-Qur'an, memajangnya, dan kemudian melemparkannya.

Anggota komite perdamaian di Nankana Sahib, Syed Zahid Hussain Kazami pada hari Minggu (12/2) mengatakan, “Negara kami memiliki undang-undang dan institusi, jadi insiden ini seharusnya tidak terjadi. Kami mengutuk yang telah dilakukan Waris.”

Alpa mengatakan ratusan warga yang marah menyerbu kantor polisi Warburton di mana sebagian pengunjuk rasa menggunakan tangga kayu untuk memanjat tembok dan membuka gerbang utama bagi massa yang menunggu di luar.

Massa kemudian menggeledah seluruh kantor polisi dan menyeret Waris keluar dari selnya. Berdasarkan hukum di Pakistan, penistaan agama dapat diganjar hukuman mati.

Kelompok-kelompok HAM internasional mengatakan tuduhan penistaan agama kerap digunakan untuk mengintimidasi agama minoritas dan menyelesaikan masalah pribadi.

Pemerintah Pakistan telah lama berada di bawah tekanan untuk mengubah undang-undang penistaan agama, sesuatu yang sangat ditentang para Islamis.

Perdana Menteri Shahbaz Sharif mengutuk insiden itu dan meminta agar kepala polisi Punjab segera mengambil tindakan terhadap petugas polisi yang gagal melindungi tersangka dalam tahanan. [em/ka]

 

Sumber: https://www.voaindonesia.com/a/dinilai-nodai-al-qur-an-seorang-tersangka-digantung-massa-di-pakistan/6959819.html

 

Baca 205 kali Terakhir diubah pada Senin, 13 Februari 2023 09:20
Bagikan: