Covid Melonjak di Amerika, Kasus Mingguan Kalahkan Indonesia dan India

Selasa, 27 Juli 2021 21:29
(0 pemilihan)

Terkini.id, Jakarta – Covid melonjak di Amerika, kasus mingguan kalahkan Indonesia dan India. Seusai beragam pelonggaran terkait kebijakan  dan aturan protokol kesehatan, penularan infeksi Covid di Amerika Serikat (AS) kembali meningkat.

Jumlah kasus virus corona alias Covid-19 di Negeri Hollywood itu dalam sepekan belakangan bahkan mengalahkan Indonesia dan India.

Berdasarkan data Worldometer, jumlah kasus Covid-19 di AS selama sepekan belakangan mencapai 368.252, berada di posisi tertinggi dunia, disusul Indonesia dengan 289.029 dan India dengan 266.044.

AS sejatinya mencatatkan lonjakan tertinggi selama beberapa hari belakangan. Rekor tertinggi dalam sepekan terakhir tercatat pada 23 Juli 2021 lalu dengan 82.505 kasus Covid-19 dalam sehari.

Pada Sabtu 24 Juli 2021 lalu, seperti dilansir CNNIndonesia, Selasa 27 Juli 2021, AS melaporkan 53.602 kasus dan menjadi yang tertinggi di dunia, mengalahkan Indonesia di posisi kedua dengan 45.416 dan India di peringkat ketiga dengan 40.284.

Sehari kemudian, Minggu 25 Juli 2021, AS menempati urutan ketiga setelah Indonesia dan India dengan 30.406 kasus. Setelah akhir pekan, kasus Covid-19 yang dilaporkan di AS turun menjadi 23.235.

Kendati demikian, sejumlah pakar menduga penurunan terjadi lantaran jumlah tes Covid-19 juga berkurang sepanjang akhir pekan.

Kepala Penasihat Presiden AS Bidang Kesehatan Anthony Fauci mengatakan, penanganan Covid-19 di negaranya berjalan ke arah yang salah menyusul lonjakan infeksi virus corona tersebut.

Fauci dan sebagian ahli kesehatan Negeri Paman Sam menilai lonjakan terbaru Covid-19 sebagian besar disebabkan penyebaran virus corona varian Delta yang lebih cepat menular, terutama di kalangan warga yang belum divaksin.

Sky News melaporkan, sebagian besar kasus baru Covid-19 memang terdapat di selatan AS. Pasalnya, di wilayah ini tingkat keraguan warga terhadap vaksin tinggi.

Lousiana, Arkansas, Missouri, Florida, dan Nevada, merupakan beberapa negara bagian di selatan AS yang memiliki tingkat vaksinasi di bawah rata-rata nasional. Kelima negara bagian AS itu pula yang menyumbang kasus Covid-19 harian terbanyak sepekan terakhir.

“Ini adalah masalah yang sebagian besar terletak di antara mereka yang tidak divaksinasi, yang merupakan alasan mengapa kami di luar sana, praktis memohon kepada orang-orang yang tidak divaksinasi untuk pergi keluar menerima vaksin,” imbau Fauci.

“Kita sedang menuju ke arah yang salah,” bebernya.

Fauci sendiri bahkan mengaku ‘sangat frustrasi’ atas situasi pandemi di AS. Berdasarkan data Johns Hopkins University, saat ini AS memiliki rata-rata sekitar 43.700 kasus corona baru per hari selama sepekan terakhir atau naik 65 persen ketimbang seminggu sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 83 persen dari kasus Covid-19 baru dan aktif saat ini di AS merupakan varian Delta.

Atas perkembangan situasi Covid-19, Fauci menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan mengubah pedoman tentang aturan bermasker.

Ia menuturkan, pemerintah tengah mempertimbangkan agar warga yang telah divaksin kembali mengenakan masker sebagai salah satu upaya menekan laju infeksi corona.

Baca 56 kali Terakhir diubah pada Selasa, 27 Juli 2021 21:31
Bagikan: